GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Damai Sejahtera bagi Kamu!

Yohanes 20:19-23; Lukas 24:36-53


Penulis: Yosi Rorimpandei | pada 29 April 2019 19:26 | 493x dibaca | komentar

PENGANTAR

Setelah Yesus wafat di kayu salib, murid-murid Yesus terperangkap dalam ketakutan. Mereka bersembunyi dan hidup dalam kekhawatiran. Mereka sadar bahwa masa depan mereka telah menjadi buram, dan mereka pun dicemooh orang karena mendukung “raja yang gagal”.

Tidak mungkin ada damai sejahtera jika kita hidup dalam ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran. Karena itu, kita harus lebih dulu keluar dari semuanya itu agar damai sejahtera bisa hadir dalam hati kita. Kita perlu mengupayakan memiliki damai sejahtera dalam diri kita sebelum kita keluar memberitakan Injil Kristus.

Mengapa kita harus keluar untuk memberitakan Injil Kristus? Sebab, di sekitar kita pun ada banyak orang yang sedang hidup dalam ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran. Mereka membutuhkan pertolongan untuk keluar dari semuanya itu, dan kita bisa belajar dari pendekatan Tuhan Yesus ketika Ia tiba-tiba muncul dan menyapa murid-murid-Nya dengan penuh kerahaman, “damai sejahtera bagi kamu!” (Yunani: eirēnē humin) atau dalam bahasa Ibrani: shalōm ‘alēkhem. Yesus juga mengajak mereka makan, sehingga terciptalah “diskusi di meja makan”. Suatu model pendekatan yang penuh kasih, memberi kesejukan, dan kedamaian dalam hati semua.

Damai sejahtera hendaknya diberitakan dengan damai sejahtera juga. Yesus sendiri menekankan bahwa karakteristik murid-Nya adalah mereka yang mau hidup saling mengasihi (Yoh. 13:34). Artinya, kita perlu membangun lingkungan yang penuh dengan damai sejahtera ketika kita akan menabur benih-benih Injil di sekitar kita. Jangan sampai pemberitaan kita ditolak karena kehadiran kita yang tidak bisa membawa kesejukan.

Dalam diskusi di meja makan itu, Yesus membuka pikiran murid-murid-Nya, sehingga mereka mengerti Kitab Suci, lalu mengajak mereka untuk menjadi saksi dalam pemberitaan Injil. Ada dua pokok penting dalam pemberitaan Injil yang disampaikan Yesus, yaitu “pertobatan” (metanoia) dan “pengampunan dosa” (afesin hamartiōn), semuanya dilaksanakan dengan kekuatan Roh Kudus.

Pertobatan berarti meninggalkan segala kejahatan dari masa lalu, baik kejahatan dalam pikiran, perkataan maupun tindakan. Kita tidak akan pernah benar-benar merasakan damai sejahtera jika kita masih berkutat dalam kejahatan dan dosa. Karenanya, kita perlu keluar dari semuanya itu.

Pengampunan dosa berarti terbebas dari “rasa bersalah dan dosa”. Sebab, masih banyak orang merasa ragu untuk hidup lebih baik karena adanya dakwaan dari masa lalu mengenai segala keburukan dalam hidup. Kita harus berhenti mendakwa diri sebagai pewaris dosa, dan mulai melihat diri kita sebagai pewaris anugerah Allah.

Pada akhirnya, kita pun diingatkan untuk tidak fokus pada orang-orang di sekitar kita. Narasi penampakan diri Yesus kepada Tomas sangatlah menarik untuk digali. Saat itu, Tomas sedang tidak bersama-sama dengan murid-murid Yesus yang lain, dan rupanya mereka sadar akan hal itu. Mereka pun mencari Tomas dan menceritakan pengalaman perjumpaan mereka dengan Yesus, tetapi sayangnya Tomas tidak percaya.

Yesus pun datang, menampakkan diri-Nya dan menjawab keragu-raguan Tomas untuk percaya.

Ada kalanya pemberitaan kita memang sulit diterima orang lain, tetapi kita perlu memulai untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sekitar kita, seperti murid-murid Yesus memberitakannya kepada Tomas. Percayalah, bahwa pemberitaan yang ikhlas akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan. 

PENJABARAN TEMA:

Minggu I (5-11 Mei 2019)
Tema: Keluar dari Ketakutan
Nats Utama: Yoh. 20:19; Luk. 24:36-38

Minggu II (12-18 Mei 2019) 
Ramah terhadap Sesama 
Nats Utama: Luk. 24:39-43

Minggu III (19-25 Mei 2019) 
Berita Pertobatan dan Pengampunan 
Nats Utama: Yoh. 20:21-23; Luk. 24:44-49

Minggu IV (26 Mei – 1 Juni 2019) 
Percaya Walau Tak Melihat 
Nats Utama: Yoh. 20:24-29

Kenaikan Tuhan Yesus (30 Mei 2019)  
Sukacita Kenaikan Yesus 
Nats Utama: Luk. 24:50-53

Penulis

author image
Pdt. Yosi Rorimpandei

Penulis adalah Pendeta di GKRIDC dan memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pengajaran Kristen


ARTIKEL LAINNYA
POPULER MINGGU INI
DAPATKAN UPDATE

KATEGORI