GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Tema Oktober 2019

2K (Kronos dan Kairos)

Yohanes 12:1-8


Penulis: Yosi Rorimpandei | pada 01 Oktober 2019 07:24 | 238x dibaca | komentar

Tema #GKRIDC Oktober 2019

2K (KRONOS dan KAIROS)

Yohanes 12:1-8

Dalam terminologi Yunani ada tiga kata yang berbicara tentang “waktu”, yaitu kronos (χρόνος), kairos (καιρός), dan aiōn (αἰών). Kronos adalah waktu yang berjalan: detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan seterusnya. Kronos mencatat segala rutinitas yang kita lakukan dalam perjalanan waktu kita: ketika kita bangun pagi, mandi, sarapan, beraktivitas, hingga kita istirahat di malam hari. Kronos juga mencatat apapun yang kita kerjakan dalam hidup kita, entah itu hal-hal yang menyenangkan ataupun tidak, membahagiakan ataupun menyedihkan, menguntungkan ataupun merugikan.

Berbeda dengan kronos, kairos adalah momen penting dalam perjalanan hidup kita. Kairos adalah saat-saat berharga dan berkualitas bagi kita. Dengan kata lain, kairos adalah kesempatan atau momentum penting dalam kronos. Seorang filsuf Yunani bernama Hipporates berkata, “Semua kairos adalah kronos, tetapi tidak semua kronos adalah kairos”.

Aiōn berbicara tentang waktu yang sangat lama atau tanpa batas. Dalam Alkitab, aiōn berbicara tentang waktu sejak TUHAN menciptakan alam semesta, hingga kedatangan kembali Yesus Kristus, bahkan berlanjut dalam kekekalan dunia yang akan datang.

Sepanjang bulan Oktober ini, kita akan fokus pada waktu kronos dan kairos, berangkat dari peristiwa yang terjadi di rumah Lazarus, di Betania, menjelang perayaan Paskah orang-orang Yahudi. Pada waktu Yesus datang di rumah Lazarus, mereka mengadakan makan bersama sebagai bentuk sambutan hangat bagi Yesus. Pada waktu itulah, Maria membasuh kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal sekali (ay. 3), sehingga bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah Lazarus.

Tindakan Maria diprotes oleh Yudas Iskariot, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” (ay. 5). Protes yang masuk akal sebenarnya. Bayangkan, satu dinar adalah upah buruh sehari (Matius 20:2). Jika kita bandingkan dengan UMP DKI Jakarta sebesar 3,9 juta rupiah dibagi 30 hari, maka satu dinar kira-kira setara dengan 130 ribu rupiah. Menurut hitung-hitungan Yudas, minyak yang digunakan Maria untuk meminyaki kaki Yesus bisa dijual hingga 300 dinar atau sekitar 39 juta rupiah. Angka yang fantastis!

Tetapi, Yesus justru membela Maria. Tindakan Maria dinilai lebih berkualitas daripada ide Yudas. Mengapa? Perhatikan jawaban Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada bersama kamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama kamu” (ay. 7-8). Yesus tidak akan selalu ada bersama-sama dengan mereka. Ini bukan kali pertama Yesus berbicara tentang kematian-Nya kepada murid-murid-Nya, tetapi rupanya Maria menangkap betul pesan Yesus itu. Karena waktu kebersamaan dengan Yesus yang terbatas, maka penting bagi mereka untuk selalu memberikan yang terbaik di setiap momen bersama Dia. Sementara, orang-orang miskin akan selalu ada. Artinya, pemberian bagi orang-orang miskin tidak akan pernah berhenti dan tidak akan pernah kehilangan momentum.

Bagi Yesus, Maria telah mengisi kronos-nya dengan kairos yang tepat. Ia bukan menghambur-hamburkan kekayaan, tetapi ia memanfaatkan kekayaannya dengan pilihan yang tepat. Jadi, kronos dan kairos berbicara tentang bagaimana kita membaca peluang dan mengisinya dengan yang terbaik. Mencatatkan kairos terbaik dalam kronos kita, sehingga tindakan kita adalah tindakan yang mengesankan bagi TUHAN. Mari catatkan kairos dalam hidup kita!

NATS-NATS PENDUKUNG:

  • Mazmur 84:1-13
  • Mazmur 90 (khususnya ay. 9-12)
  • Pengkhotbah 3:1-15
  • Matius 7:21-23
  • Markus 12:41-44
  • Kisah Para Rasul 5:1-11
  • 2Korintus 5:1-10
  • Efesus 5:15-17
  • 1Timotius 6:6-10
  • Yakobus 4:13-17
  • 1Petrus 4:1-11
  • …dan nats-nats lain yang terkait tema di atas

 

TUJUAN

  1. Mengajar jemaat bagaimana pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik untuk kemuliaan TUHAN
  2. Mengajar jemaat untuk bisa membaca peluang dan momentum terbaik dalam hidup agar dapat mengisinya dengan hal-hal positif sesuai Firman TUHAN
  3. Mengajar jemaat bagaimana menghargai “waktu TUHAN” dalam kehidupan kita
  4. Mengajar jemaat untuk melihat setiap kesempatan untuk memberi yang terbaik bagi TUHAN dan sesama

Penulis

author image
Pdt. Yosi Rorimpandei

Penulis adalah Pendeta di GKRIDC dan memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pengajaran Kristen


ARTIKEL LAINNYA
POPULER MINGGU INI
DAPATKAN UPDATE

KATEGORI