GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Memorable Love

Matius 9:9-13


Penulis: Yosi Rorimpandei | pada 19 Februari 2019 08:30 | 411x dibaca | komentar

Perubahan diri Matius dari seorang pemungut cukai menjadi pemberita Injil yang setia mengikut Yesus tidak lain didorong oleh “kasih yang tak terlupakan” (memorable love), yang amat berkesan baginya, sehingga ia mau meninggalkan pekerjaannya yang nyaman dan ambil bagian dalam misi yang begitu besar bersama Yesus.

Secara tradisi, gereja meyakini bahwa dia jugalah yang menulis Injil Matius, dimana di dalamnya ia menyinggung soal ajaran Yesus untuk “memikul salib” bagi siapapun yang memutuskan untuk menjadi murid-Nya. Artinya, dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang murid, Matius telah menyaksikan sendiri, bahkan mengalami sendiri, betapa tidak mudahnya menjadi murid Yesus. Kendati demikian, ia tetap setia sampai akhir pada panggilannya itu.

Memorable love seperti apa yang Yesus tunjukkan kepada Matius, sehingga Matius begitu bersemangat untuk terus memberitakan tentang Yesus?

Marilah kita pahami dulu situasi dan kondisi masyarakat Yahudi pada zaman Matius. Ketika itu, wilayah Yahudi sebagian besar berada dalam jajahan bangsa Romawi. Penguasa Romawi memaksa rakyat untuk membayar pajak kepada kaisar, dan untuk itu, mereka pun merekrut sebagian penduduk lokal untuk menjadi staf mereka dalam memungut pajak dari masyarakat.

Karena itu, bekerja sebagai pemungut cukai pada zaman itu sama halnya dengan pengkhianat bagi orang-orang Yahudi. Sebab, para pemungut cukai memungut cukai dari orang-orang Yahudi lalu menyerahkannya kepada penguasa Romawi. Dengan kata lain, pandangan orang-orang Yahudi pada umumnya mengenai sosok Matius tentu tidaklah baik. Mereka menganggap Matius sebagai pengkhianat bangsa yang bekerja untuk penguasa asing.

Pandangan ini pun tentunya ada di antara pengikut-pengikut Yesus, yang umumnya merupakan orang-orang miskin dan yang paling tertindas selama masa kekuasaan Romawi. Apalagi, tidak sedikit di antara pengikut-pengikut Yesus berlatar belakang Galilea, yang menjadi wilayah berkembangnya kelompok-kelompok pemberontak, yang bertujuan untuk mengusir penguasa Romawi dari wilayah Yahudi.

Tetapi, Yesus sama sekali tidak terpengaruh oleh sentimen-sentimen negatif semacam itu. Bagi-Nya, jiwa Matius sama berharganya dengan jiwa-jiwa lain yang telah mengikut Dia sejak awal. Karena itu, ketika Yesus melihat Matius sedang melaksanakan tugas sebagai pemungut cukai, Yesus menghampirinya dan berkata, “Ikutlah Aku” (ay. 9).

Yesus memiliki sudut pandang yang berbeda dengan sudut pandang kebanyakan orang pada saat itu, apalagi sudut pandang kaum Farisi. Yesus berangkat dari “belas kasihan”, sementara orang-orang Farisi berangkat dari pendekatan deontologis mereka, yang mana segala sesuatu yang bertentangan dengan hukum Taurat haruslah dihukum.

Jadi, memorable love merupakan hasil dari sudut pandang (perspektif) yang penuh belas kasihan terhadap orang-orang di sekitar kita. Perspektif yang tepat ini menghasilkan persepsi yang positif, sehingga Yesus tidak terjebak pada persoalan benar-salah, tetapi Ia lebih mengedepankan kasih untuk menjawab kekosongan batin Matius.

Bisa dibayangkan bagaimana Matius telah hidup bertahun-tahun sebagai orang yang tidak disukai oleh masyarakatnya sendiri. Ia sangat membutuhkan sentuhan lain untuk mengalami perubahan total dalam hidupnya, dan Yesus menawarkan itu, melalui pendekatan yang penuh belas kasihan.

Maka, sebagai murid-murid Kristus, marilah kita belajar membangun persepsi positif tentang orang lain di sekitar kita dengan perspektif belas kasihan yang Yesus ajarkan. Jangan mudah menghakimi orang lain hanya karena penilaian-penilaian yang kita dengar dari orang lain, tetapi masuklah ke dalam perjalanan hidup orang lain dan temukan apa yang kosong di dalam diri mereka supaya kita bisa mengisinya dengan hal-hal yang dapat mengubah kehidupan mereka.

Penulis

author image
Pdt. Yosi Rorimpandei

Penulis adalah Pendeta di GKRIDC dan memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pengajaran Kristen


ARTIKEL LAINNYA
POPULER MINGGU INI
DAPATKAN UPDATE

KATEGORI