GKRIDC.COM © 2019

HUT GKRIDC:

Minggu Prapaska IV

Minggu Laetare


Penulis: Yosi Rorimpandei | pada 30 Maret 2019 00:16 | 499x dibaca | komentar

Masa Prapaska (Lent atau Quadragesima) biasanya identik dengan pertobatan, doa, dan puasa. Masa dimana kita diajak untuk mengakui dan menyesali dosa-dosa kita. Tetapi, pada Minggu Prapaska IV ada yang berbeda. Tradisi tertentu biasanya mengganti warna liturgi mereka dari ungu menjadi pink pada Prapaska IV ini. Hiasan-hiasan bunga biasanya digunakan di mimbar-mimbar gereja, terutama bunga berwarna pink atau berwarna cerah.

Minggu Prapaska IV memang unik. Gereja-gereja berbahasa Latin menyebutnya Minggu Laetare atau “Bersukacitalah!”. Nama ini diambil dari Yesaya 66:10-11 “Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.”

Dalam teks bahasa Latin, ayat ini tertulis: Laetare, Ierusalem, et Conventum facite omnes qui diligites eam; Gaudete cum laetitia, qui di tristitia fuistis; ut exsultetis, et satiemini ab uberibus consolationis vestrae, secara harfiah berarti “Bersukacitalah hai Yerusalem, dan berhimpunlah kamu semua yang mencintainya! Bergembiralah dengan sukacita, hai kamu semua yang dulu berdukacita, agar kamu bersorak-sorai dan dipuaskan dengan kelimpahan penghiburanmu!”.

Bagian pertama dari ayat ini berisi luapan sukacita. Dalam bahasa Ibrani: simkhū eth-Yərūshalaim... (bersukacitalah dengan Yerusalem...), dimana kata “bersukacitalah” diterjemahkan dari kata simkhu, yang merupakan bentuk imperatif dari kata samakh (bergembira/ bersukacita). Kata ini menunjukkan rasa senang atau gembira dengan seluruh aspek diri manusia, seperti hati (Kel. 4:14; Mzm. 19:9; dll), jiwa (Mzm. 86:4) dan sinar mata (Ams. 15:30).

Alkitab mencatat banyak hal yang bisa mendatangkan samakh dalam diri seseorang, termasuk anggur, parfum, anak yang bijak, perkataan yang bijak, bertemu dengan orang yang dikasihi, dan banyak lagi. Tetapi, samakh yang paling banyak muncul disebabkan karena TUHAN dan keselamatan yang berasal dari-NYA.

Itulah juga sebabnya kenapa kata ini yang dipilih sebagai nama Minggu Prapaska IV, yang dalam bahasa Latin diterjemahkan laetare, untuk melukiskan ungkapan sukacita, kegembiraan dan kesenangan Gereja menyambut kemenangan Paska, ketika Kristus mengalahkan maut dan menyelamatkan umat manusia dari dosa. Ungkapan kegembiraan ini ditunjukkan pada minggu keempat sebagai simbol semakin dekatnya Paska, hari yang dinanti-nantikan Gereja.

Yerusalem sendiri dilihat sebagai gambaran Gereja. Pada ayat 11, Yerusalem digambarkan seperti seorang ibu yang menyusui anak-anaknya, mengingatkan kita bagaimana Kristus menyebut Gereja sebagai “mempelai perempuan”. Dalam pernikahan, maka Gereja akan berperan sebagai Ibu, yang menyusui anak-anaknya. Ini melambangkan bagaimana Gereja menjadi pewaris kehidupan, yang meneruskan anugerah hidup yang kekal dari Kristus kepada dunia yang sedang berjalan dalam kegelapan.

Penulis

author image
Pdt. Yosi Rorimpandei

Penulis adalah Pendeta di GKRIDC dan memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pengajaran Kristen


ARTIKEL LAINNYA
POPULER MINGGU INI
DAPATKAN UPDATE

KATEGORI