GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Passiontide: Masa Sengsara


Penulis: Yosi Rorimpandei | pada 02 April 2019 21:03 | 236x dibaca | komentar

Secara tradisional, dua minggu terakhir dalam Masa Prapaska disebut Passiontide atau Masa Sengsara. Fokus dari masa ini adalah persiapan memasuki peristiwa-peristiwa paling menyedihkan dari perjalanan sengsara Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah saat dimana jemaat diarahkan untuk memberi perhatian penuh pada via dolorosa dan kematian Kristus dan dengan begitu, jemaat diajak menjadi “sahabat seperjalanan” dengan Kristus menuju Bukit Kalvari. 

Masa Sengsara diawali dengan Minggu Judica atau Minggu Sengsara pada minggu ke-5 di Masa Prapaska dan berakhir pada Sabtu Sunyi atau Sabtu Suci ketika kita memperingati momen ketika mayat Yesus terbaring di dalam kubur.

Selama masa ini, liturgi gereja menjadi begitu khidmat dan sedih yang direfleksikan dengan beragam praktik atau cara, tetapi yang paling umum digunakan oleh gereja-gereja yaitu dengan menutupi salib, patung-patung dan ikon-ikon dengan kain (umumnya warna ungu yang melambangkan jubah yang dikenakan kepada Kristus). Salib-salib itu dibiarkan tertutup kain hingga akhir Jumat Agung, sementara bagi gereja yang memiliki tradisi patung atau ikon, tetap membiarkan patung dan ikon itu tertutup kain hingga menjelang perayaan Paska.

Tradisi menutupi salib, patung dan ikon ini berangkat dari Yohanes 8:46-59 ketika Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Minggu ke-2 dari Masa Sengsara adalah Minggu Palem atau Minggu Palma, dimana kisah sengsara dibacakan di depan jemaat dan dikenal sebagai minggu dimana Injil terpanjang dibacakan.

Setelah Minggu Palem, gereja memasuki Pekan Suci atau Pekan Kudus, dimana gereja mengikuti Yesus selama hari-hari terakhir-Nya di Yerusalem. Selama Pekan Suci, kisah sengsara dibacakan setiap harinya sampai dengan Kamis Putih atau Kamis Suci.

Hari Rabu di masa Pekan Suci dikenal dalam tradisi Barat sebagai “Spy Wednesday”, dimana kata spy di sini merujuk pada tindakan Yudas Iskhariot ketika ia mengkhianati Yesus, yaitu dengan mencium Gurunya itu. Dalam bahasa Inggris, kata spy juga berarti “mencium”. Itulah tanda yang digunakan Yudas untuk memberi tahu siapa yang harus ditangkap.

Dua minggu Masa Sengsara biasanya diisi dengan berbagai tradisi, termasuk mengingat kembali Jalan Sengsara Yesus setiap harinya.

Penulis

author image
Pdt. Yosi Rorimpandei

Penulis adalah Pendeta di GKRIDC dan memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pengajaran Kristen


ARTIKEL LAINNYA
POPULER MINGGU INI
DAPATKAN UPDATE

KATEGORI