GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Tema Maret

Tebarkanlah Jalamu

Lukas 5:1-11; Yohanes 21:1-14


Penulis: Yosi Rorimpandei | pada 01 Maret 2019 01:49 | 456x dibaca | komentar

Lelah dan putus asa karena penghasilan yang begitu-begitu saja, atau bahkan menurun, sementara kebutuhan hidup terus bertambah, tentulah pernah dialami oleh setiap orang, seperti yang dialami oleh para nelayan di Danau Genesaret.

Pada saat itu, Yesus sedang berkhotbah kepada orang banyak, menyampaikan firman Allah. Ia pun meminta tolong nelayan-nelayan itu untuk dapat memakai perahu mereka menjadi mimbar pemberitaan firman, bahkan mengajak mereka terlibat langsung dalam pelayanan bersama-Nya. Biasanya, dalam situasi yang kurang menyenangkan karena kesibukan usaha dan penghasilan yang kurang baik, ada saja yang mencari-cari alasan untuk tidak mau terlibat dalam hal-hal kerohanian. Dapur harus ngebul dulu supaya bisa nyaman dalam melayani Tuhan.

Tetapi, sikap para nelayan ini berbeda. Dengan rela, mereka menyediakan sarana pemberitaan firman bagi Yesus, sehingga mereka pun dapat menikmati berkat firman Allah yang Yesus sampaikan. Mereka menemukan kekuatan baru dari pemberitaan firman itu, sehingga mereka yang tadinya putus asa mencari nafkah, mendapatkan motivasi baru untuk jangan menyerah. Yesus menyertai pekerjaan mereka, dan mereka pun beroleh hasil yang melimpah.

Rahasia pertama dari keberhasilan mereka adalah kerelaan untuk melayani pekerjaan Tuhan. Mereka tidak melihat itu sebagai penghambat usaha mereka dalam mencari nafkah, tetapi menemukan kekuatan ekstra di dalamnya. Bagaimana pun, kerelaan melayani membentuk karakter kita menjadi lebih baik, terutama ketika kita menghadapi tantangan hidup yang berat. Itulah sebabnya, kepada jemaat di Korintus, Paulus menulis, “Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu” (2Kor. 12:15).

Rahasia kedua adalah sentuhan firman Allah. Mereka tidak saja membantu menyediakan sarana pendukung bagi pemberitaan firman Allah, tetapi mereka juga mendengarkan firman itu. Dalam Ul. 8:17 dan 18 dikatakan, Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Rahasia ketiga adalah iman pada Kristus disertai tindakan. Mereka percaya pada perkataan dan perintah Yesus, sehingga ketika Yesus menyuruh mereka untuk kembali menebarkan jala mereka, mereka pun melakukannya. Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena perkataan-Mu itu, aku akan menebarkan jala juga,” kata Simon (Petrus). Yesus mengubah keputusasaan dan keragu-raguan menjadi semangat baru. Tetapi, kita perlu memperhatikan di sini, bahwa iman tanpa tindakan/ perbuatan adalah mati (Yak. 2:26). Jika Simon hanya berkata akan menebarkan jala,” tetapi tidak pernah berani melakukan tindakan yang mungkin menurut hitung-hitungan nalar tidaklah mungkin berhasil, maka ia tidak akan mendapatkan hasil apa-apa.

Renungkanlah ketiga rahasia sukses di atas agar kita dapat mengaplikasikannya dalam keseharian kita. Amin!

Penulis

author image
Pdt. Yosi Rorimpandei

Penulis adalah Pendeta di GKRIDC dan memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pengajaran Kristen


ARTIKEL LAINNYA
POPULER MINGGU INI
DAPATKAN UPDATE

KATEGORI