GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Dogmatika

Benediktus XVI Tanggapi Soal Kasus Pelecehan Seks dalam Gereja Katolik

Paus Emeritus Benediktus XVI tanggapi soal kasus pedofilia dalam Gereja Katolik


13 April 2019 00:41 | Redaksi | 156x dibaca | komentar

Untuk pertama kalinya sejak mengundurkan diri sebagai Paus, Benediktus XVI tampil ke publik melalui surat bantahannya soal keterlibatannya dalam menutupi kasus pelecehan seks terhadap anak-anak oleh para imam Katolik.

Benediktus XVI, yang kini menyandang gelar Paus Emeritus, membahas masalah itu dalam suratnya kepada seorang ateis terkemuka. Ia menolak bertanggung jawab secara pribadi untuk menutupi kekerasan dalam gereja.

Beberapa kritikus menilai bahwa ia pasti tahu tentang upaya-upaya untuk melindungi para imam yang kejam itu.

Surat Benediktus XVI dikirimkan kepada profesor matematika, Piergiorgio Odifreddi, dan dipublikasikan oleh surat kabar La Repubblica setelah sang profesor meminta persetujuannya.

Sejak mundur sebagai Paus, Benediktus XVI memutuskan untuk tidak tampil ke publik karena khawatir dapat mengganggu kepemimpinan Paus Fransiskus.

Ia menyangkal bahwa ia telah menekan segala bentuk penyelidikan terhadap para imam pelaku pedofil, meski begitu, ia juga tidak menyangkal kebenaran kasus-kasus tersebut.

“Saya tidak pernah mencoba untuk menutupi hal-hal ini. Bahwa kuasa jahat menembus sampai pada titik di dunia batin imaan, bagi kami, ini adalah sumber penderitaan,” tulisnya dalam surat tersebut.

“Di satu sisi, kita harus menerima penderitaan itu, dan di sisi lain, pada saat yang sama, kita harus melakukan segala yang mungkin agar kasus seperti ini tidak terulang”.

Ia juga mengakui bahwa berdasarkan penelitian sosiologis, persentase imam yang bersalah dalam kejahatan pedofil lebih tinggi dibanding profesi lain, tetapi ia menolak tudingan bahwa penyimpangan semacam ini identik dengan Katolik.

Tanggapan Benediktus XVI ini merupakan jawaban langsung atas poin-poin yang pernah dimuat dalam buku Odifreddi berjudul Dear Pope, I'm Writing to You, terbitan 2011. Buku Odifreddi sendiri merupakan tanggapan atas buku berjudul Benedict's Introduction to Christianity.

Selain soal kasus pedofilia, Benediktus XVI juga menanggapi beberapa kritik lainnya dari profesor Italia itu, termasuk apakah teologi bisa disebut sains, dan apa yang dapat diketahui tentang Yesus sebagai tokoh sejarah.

Odifreddi menghargai dialognya dengan Benediktus XVI, dan meskipun mereka tidak saling setuju dalam banyak hal, tetapi setidaknya mereka memiliki tujuan yang sama, “mencari truth (kebenaran) dengan 'T' huruf besar”. [ ]