GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

HAM

Cina Bebaskan Seorang Tokoh Kunci Kristen Setelah Ditahan 6 Bulan

Meskipun ia dibebaskan, tetapi suaminya masih mendekam dalam tahanan rahasia


15 Juni 2019 01:41 | Redaksi | 118x dibaca | komentar

Seorang tokoh kunci di salah satu gereja yang paling terkenal di Cina dibebaskan dengan jaminan setelah ditahan selama enam bulan bersama puluhan anggota jemaat lainnya.

Jiang Rong, 46 tahun, masih meninggalkan suaminya, Wang Yi, pendeta Gereja Early Rain Covenant, bersama dengan empat anggota gereja lainnya yang masih dalam tahanan. Berdasarkan rilis resmi di laman Facebook gereja, Jiang telah bertemu kembali dengan putranya, Shuya, yang telah hidup tanpa kedua orang tuanya sejak mereka ditahan pada 9 Desember 2018.

Kabar tentang dibebaskannya Jiang dan seorang anggota gereja lainnya dikonfirmasikan oleh pengacara hak asasi manusia yang mengetahui kasus ini. Pengacara itu sendiri masih merahasiakan namanya karena khawatir akan tindakan pemerintah terhadap dirinya.

Lebih dari 500 anggota gereja Early Rain, yang berbasis di kota Chengdu, barat daya Cina, ditahan sejak 9 Desember sebagai bagian dari tindakan keras terhadap gereja, masjid dan kuil yang tidak terdaftar di negara tersebut. Sekitar setengah dari mereka telah dibebaskan lebih dulu, tetapi masih ada 54 orang yang ditahan selama beberapa hari atau bahkan bulan.

Pembebasan Jiang sudah diatur dalam klausul hukum Cina yang memungkinkan pihak berwenang untuk menahan orang selama enam bulan tanpa pengadilan. Setelah itu, maka mereka harus ditahan secara pidana, ditangkap secara resmi atau dibebaskan dengan jaminan.

Status Wang dan beberapa anggota gereja lainnya masih belum jelas. Menurut pihak gereja, mereka ditahan di “tempat penahanan rahasia”. Sementara, mereka yang telah dibebaskan mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk mendakwa mereka dengan tuduhan “menghasut untuk menumbangkan kekuasaan negara,” sebuah tuduhan yang dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga 10 tahun.

Wang adalah salah satu pendeta terkemuka di Cina. Seorang pengacara HAM terkenal dan penulis esai. Ia pernah bertemu Presiden George W. Bush di Gedung Putih pada 20016, hanya beberapa bulan setelah ia memeluk agama Kristen.

Kebanyakan pendeta di Cina cenderung apolitis, tetapi Wang mengambil posisi penting dalam masalah-masalah seperti aborsi, dan sikap terbuka berdoa untuk korban pembantaian yang menghancurkan demokrasi di Lapangan Tiananmen pada 4 Juni 1989.

Selama satu setengah tahun terakhir, ia bahkan terus mengambil posisi yang lebih kuat. Tahun lalu, ia berbicara menentang penghapusan batasan masa jabatan Presiden Xi Jinping.

Istrinya, Jiang, merupakan pemimpin kelompok doa dan kelompok perempuan. Ia juga menyelenggarakan kelompok studi Alkitab di rumah mereka. Karena itu, pihak berwenang mencoba menjerat Jiang dengan tuduhan serupa mengingat peran pentingnya dalam gereja.

Sebagian besar gereja-gereja independen di Cina tidak tersentuh oleh tindakan keras baru-baru ini. Karenanya, para pengamat melihat bahwa perlawanan terhadap Early Rain dan dua gereja terkenal lainnya merupakan sinyal dari pemerintahan komunis Cina untuk melarang gereja ambil bagian dalam politik [ ]