DC News:

SEBELUMNYA

INTERNASIONAL Liga Katolik: Obsesi Presiden Biden Atas LGBT+ Menyakiti Hati Umat Kristen

BERIKUTNYA

INTERNASIONAL Timor-Leste Memulai Persidangan Kasus Pelecehan Seksual Anak oleh Mantan Imam AS

Negara bagian Plateau, Nigeria
internasional

Empat Warga Kristen Dibunuh di Nigeria

Kekerasan terhadap umat Kristen kembali terjadi di Nigeria, sebanyak empat orang ditembak mati dan satu terluka oleh kelompok ekstremis Fulani pada hari Minggu (14/2/2021), menyusul pembunuhan terhadap tujuh orang Kristen di awal bulan.

Kelompok Fulani atau yang juga dikenal sebagai “penggembala” Fulani menyergap anggota Evangelical Church Winning All (ECWA) sekitar pukul delapan malam di Distrik Kwall, Kabupaten Bassa, negara bagian Plateau. Empat di antaranya disergap di dekat desa Ri-Bakwa dan satu lagi di desa Zirshe, sebagaimana diungkapkan oleh David Mali, juru bicara Asosiasi Pembangunan Irigwe (IDA), sebuah wadah yang menyatukan mayoritas Kristen etnis Irigwe dari negara bagian Plateau.

“Bangsa Irigwe kembali berduka, terluka hatinya setelah pembunuhan tanpa alasan terhadap empat pria Kristen kami oleh para penggembala Fulani di dua desa di Distrik Kwall, Bassa negara bagian Plateau,” kata Mali dalam sebuah pernyataan pers.

“Empat dari mereka dari desa Rikwe-Chongu disergap di sepanjang poros Ri-Bakwa dekat Kpachudu, dan tiga tewas seketika, sementara satu menderita luka tembak. Yang lainnya dari Zirshe (Ntireku) disergap dan dibunuh seketika”.

Mereka yang tewas adalah Ezekiel Maja, 29; Emmanuel Agaba, 39; Moses Daburu, 26; dan Kefas Bulus David, 31. Sedangkan yang terluka adalah Bitrus Ezra, 42.

Para penggembala itu membakar beberapa rumah dan makanan senilai jutaan naira di desa Zirshe.

“Bangsa Irigwe adalah tanah kami, dan tidak ada kekuatan jahat yang dapat memaksa kami untuk menyerahkannya kepada mereka yang membenci kami dan kepercayaan Kristen kami,” kata Mali. “Kami dikenal karena ketahanan kami, jadi kami akan tetap bertahan sampai akhir zaman”.

Kekerasan yang tak beralasan semacam ini harus dihentikan, dan keputusan umat Kristen Irigwe untuk menjadi orang yang cinta damai dan tidak akan membalas, tidak boleh dianggap sebagai tindakan pengecut, kata Mali.

Mali juga menyerukan kepada aparat berwenang untuk bisa meningkatkan upaya dan memastikan ditangkapnya dan diadilinya para pelaku agar perilaku perusakan kehidupan seperti itu bisa diakhiri.

Tahun lalu, Nigeria menjadi salah satu negara dengan jumlah orang Kristen terbunuh paling banyak di dunia, dimana sebanyak 3.530 orang terbunuh atau naik 1.350 dibanding tahun 2019 menurut daftar World Watch List 2021 yang dikeluarkan oleh Open Doors. Berdasarkan data penduduk Nigeria pada 2018, jumlah penduduk Kristen di negara itu mencapai 45,9 persen, sedangkan mayoritas penduduknya beragama Islam, yakni 53,5 persen. 

Kelompok Fulani merupakan kelompok yang anggotanya mencapai jutaan di seluruh Nigeria dan Sahel, terdiri dari ratusan klan dari berbagai garis keturunan. Sebagian besar mereka tidak menganut pandangan ekstremis, tetapi beberapa kelompok saja yang menganut ideologi Islam radikal dan mengadopsi strategi Boko Haram dan Negara Islam Afrika Barat, yang merupakan cabang ISIS di wilayah itu. []

Bagaimana pandangan Anda tentang berita ini?

Bagikan berita ini kepada yang lain:

Tanggapan

Yang Terbaru:
Video Terbaru: