GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Hukum dan Kriminalitas

Imam Gereja Ortodoks Diskors Gara-gara Baptisan Kasar

Dituduh membaptis bayi secara kasar, seorang imam diskors selama setahun


16 Agustus 2019 02:10 | Redaksi | 142x dibaca | komentar

Seorang imam di Rusia diskors selama setahun lantasan pembaptisannya yang kasar terhadap seorang bayi, yang membuat bayi itu ketakutan dan terdapat goresan di kulitnya.

Rekaman video menunjukkan Imam Foty, anggota Gereja Ortodoks Rusia, memasukkan bocah berusia satu tahun ke tempat pembaptisan meskipun ada keberatan dari ibu anak itu, demikian dilaporkan oleh Radio Free Europe.

Dalam rekaman itu juga tampak sang ibu berusaha mengambil kembali bayinya ketika sang imam mencoba beberapa kali menenggelamkan bayi, yang menendang-nendang dan menjerit-jerit itu, ke dalam air.

Sang imam tampak meletakkan tangannya di atas wajah bayi ketika ia mencoba mendorong kepalanya ke dalam air.

Ibu bayi itu, yang bernama Anastasiya, terdengar berteriak, “Lepaskan dia, dia kesakitan!”.

Insiden tersebut terjadi di Marienburg Intercessional Church di kota Gatchina, sekitar 40km selatan St Petersburg, dan mendorong Anastasiya untuk mengajukan aduan ke polisi.

“Bayi itu menjerit-jerit, berusaha untuk pergi. Saya menjadi takut dan berlari, lalu merampasnya kembali,” katanya kepada situs berita Fontanka.

Baptisan itu menyebabkan goresan di leher dan bayu bayinya.

Pihak gereja sendiri sudah meminta maaf atas insiden itu dan telah menskors Imam Foty selama setahun.

Imam Foty yang kini berusia 55 tahun membantah telah melakukan kesalahan.

“Itu hanya emosi sang ibu saja yang tinggi,” katanya kepada Fontanka. “Dia tidak bergereja dan tidak siap untuk baptisan”.

“Menurut aturan Gereja Ortodoks, kepala bayi harus tenggelam tiga kali, dan itulah yang saya lakukan”.

“Dia tidak sampai menelan atau menyentuh permukaan air. Aku sudah melayani selama 26 tahun dan selalu mencoba membaptis dengan cara seperti itu,” kata Imam Foty. [ ]