DC News:

SEBELUMNYA

INTERNASIONAL Timor-Leste Memulai Persidangan Kasus Pelecehan Seksual Anak oleh Mantan Imam AS

BERIKUTNYA

INTERNASIONAL Paus Fransiskus Tiba di Irak Untuk Mendukung Umat Kristen Kuno di Negara Itu

internasional

Keuskupan New Orleans Imbau Umat untuk Tidak Menerima Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson

Keuskupan Agung Katolik Roma New Orleans meminta umat Katolik untuk memilih vaksin Pfizer atau Moderna dibanding vaksin virus corona buatan Johnson & Johnson karena adanya penggunaan sel janin yang diaborsi dalam proses produksi dan pengujiannya.

“Keuskupan Agung New Orleans, dengan bimbingan dari Vatikan, Konferensi Uskup Katolik AS, dan Pusat Bioetisme Katolik Nasional menegaskan bahwa meskipun ada beberapa pengujian laboratorium yang memanfaatkan garis sel yang berasal dari aborsi, dua vaksin yang saat ini tersedia, yaitu Pfizer dan Moderna, tidak bergantung pada garis sel dari aborsi dalam proses manufaktur dan karenanya dapat diterima secara moral bagi umat Katolik karena hubungannya ke aborsi sangat jauh,” demikian pernyataan dari Keuskupan Agung Katolik Roma di New Orleans.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) dan Komite Penasihat Produk-produk Biologis Terkait telah mengeluarkan rekomendasi untuk Penggunaan Darurat vaksin Johnson & Johnson.

Vaksin Johnson & Johnson merupakan imunisasi satu dosis.

Minggu ini, perusahaan mengumumkan rencananya untuk mengirimkan dosis yang cukup bagi 20 juta rakyat Amerika untuk divaksinasi pada akhir bulan. Pada pertengahan 2021, perusahaan mengatakan akan mengirimkan 100 juta dosis.

Dalam daftar kandidat vaksin, Institut Charlotte Lozier, sebuah lembaga penelitian dari kelompok pendukung kehidupan (pro-life) Susan B. Anthony List menunjukkan kandidat mana yang menggunakan garis sel yang berasal dari aborsi dalam rancangan, pengembangan, produksi atau pengujiannya.

Pada bulan Desember, para uskup dari tiga keuskupan Katolik Roma Colorado mengeluarkan pernyataan yang meminta umat Katolik untuk tidak menerima vaksin Oxford-AstraZeneca, vaksin yang belum disetujui FDA.

“Vaksin seperti AstraZeneca-Oxford menggunakan garis janin yang diaborsi dalam rancangan, pengembangan, produksi, dan pengujian, dan karenanya secara moral bukan pilihan yang valid sebab pilihan yang lebih baik tersedia,” tulis para uskup itu. []

Bagaimana pandangan Anda tentang berita ini?

Bagikan berita ini kepada yang lain:

Tanggapan

Yang Terbaru:
Video Terbaru: