GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Alkitab

Klarifikasi Penulis Lagu Hillsong: Saya Tidak Kehilangan Kekristenan

Marty Sampson membantah telah kehilangan kekristenannya


16 Agustus 2019 04:03 | Redaksi | 1594x dibaca | komentar

Kabar keluarnya penulis lagu, penyanyi dan sekaligus pemimpin pujian di Hillsong Church, Marty Sampson, dari kekristenan membuat heboh umat Kristen di berbagai penjuru dunia. Bagaimana tidak, Sampson telah berhasil menelurkan lagu-lagu pujian dan penyembahan modern yang populer sejak melejitnya Hillsong di era 1990-an.

Dalam pembaruannya ke Instagram, Sampson mengungkapkan bahwa ia begitu kecewa dengan iman Kristen karena alasan ilmu pengetahuan dan banyaknya “kontradiksi” dalam Alkitab, sehingga kekristenan dianggapnya tidak ada bedanya dengan agama lain.

“Saatnya untuk berbicara yang riil… Aku benar-benar kehilangan imanku… dan itu tidak menggangguku… tidak ada yang menggangguku sekarang… Aku sangat bahagia sekarang, jadi berdamai dengan dunia…,” tulis Sampson.

“Berapa banyak mujizat terjadi? Tidak banyak. Tidak ada orang yang membicarakannya. Mengapa Alkitab penuh dengan kontradiksi? Tidak ada yang membicarakan hal itu. Bagaimana bisa Tuhan yang adalah kasih belum membawa empat miliar orang ke suatu tempat, apakah karena mereka tidak percaya? Tidak ada yang membicarakan itu”.

“Orang-orang Kristen bisa menjadi orang yang paling menghakimi di planet ini—mereka juga bisa menjadi yang paling indah dan mengasihi… tapi itu bukan untukku. Aku bukan bagian [dari kekristenan] lagi”.

Sampson mengaku membutuhkan kebenaran sejati, bukan sekedar kebenaran yang harus dipercaya. Menurutnya, kebenaran itu ada dalam ilmu pengetahuan, sebab ilmu pengetahuan menembus kebenaran tiap-tiap agama.

Keputusan Sampson menimbulkan beragam reaksi di media sosial. Ada yang menantang imannya, tetapi ada juga yang menghormati keputusan itu.

Rod Dreher, penulis salah satu buku konservatif terlaris di Amerika, The Benedict Option, mengatakan bahwa Sampson tidak diajari dan dibentuk dengan baik. Menurutnya, masalah yang dihadapi Sampson adalah apa yang dihadapi oleh umat Kristen saat ini.

Sementara itu, Ken Ham dari Answers in Genesis, mengatakan bahwa jika Sampson memahami ayat-ayat Alkitab dengan benar, maka ia tidak akan menemukan kontradiksi. Namun, apa yang dialami Sampson, menurutnya mengingatkan gereja akan pentingnya pengajaran untuk mengantisipasi serangan-serangan terhadap Firman Tuhan.

Sampson telah menghapus postingannya perihal keluarnya ia dari kekristenan. Baru-baru ini, ia memposting foto lima apologis Kristen terkemuka, yaitu William Lane Craig, John Lennox, Ravi Zacharias, Michael Licona, dan Frank Turek.

Ia menambahkan caption, “Aku tidak mengenal orang-orang ini secara pribadi, tetapi aku memang menonton mereka secara rutin dan mendengarkan argumen-argumen mereka. Jika kamu tidak tahu siapa mereka, mungkin kamu bisa cari tahu lebih banyak tentang mereka”.

Sementara itu, kepada The Christian Post, Sampson membantah bahwa ia telah “meninggalkan” kekristenan. Menurutnya, ia sedang berada dalam guncangan hebat.

“Jika sebagian besar umat manusia punya pilihan, bukankah kita akan menyingkirkan kanker dari muka bumi? Atau penyakit-penyakit? Mengapa Tuhan tidak melakukan hal seperti itu?” kata Sampson. “Tentu saja ada jawaban untuk pertanyaan ini, tapi mayoritas kehidupan orang Kristen tidak dihabiskan untuk mempertimbangkan hal-hal demikian”.

Sampson juga mengaku telah mendalami argumen-argumen para pembela iman Kristen dan para ahli teologi. Ia juga siap menghadapi debat dengan kaum ateis dan agama lain.

“Jika kebenaran itu benar, maka ia akan tetap demikian, apapun pendapatku. Jika aku mencarinya, maka ia akan semakin jelas apa adanya. Memeriksa berlian lebih dekat akan mengungkapkan kualitas berlian itu. Karena aku masih bernafas, maka aku masih belajar,” kata Sampson lagi.

Ia menambahkan bahwa pemikirannya adalah miliknya sendiri, bukan mewakili gerejanya. [ ]