DC News:

SEBELUMNYA

INTERNASIONAL Sultan Selangor Melarang Penggunaan Kata ‘Allah’ oleh Umat Kristen

BERIKUTNYA

NASIONAL Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Baru Menikah Enam Bulan

Datuk Seri Hajiji Haji Noor
internasional

Kontroversi Penggunaan Kata “Allah” oleh Non-Muslim di Malayasia Terus Berlanjut

Kontroversi penggunaan kata “Allah” oleh non-Muslim di Malaysia terus berlanjut pasca keputusan Pengadilan Tinggi Malaysia yang menyatakan bahwa pelarangan penggunaan kata “Allah” oleh non-Muslim merupakan keputusan yang ilegal dan inkonstitusional.

Baru-baru ini, Ketua Menteri Sabah, Datuk Seri Hajiji Haji Noor memperingatkan warga Sabah untuk memperhatikan isu kemajemukan di Malaysia. Warga diimbau untuk mempertimbangkan keharmonisan di Malaysia yang multireligius, multikultural, dan multiras.

Ia juga mendorong warganya untuk mempraktikkan Islam yang moderat, yang telah berhasil menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Meski begitu, Hajiji tidak secara detail membahas pandangannya soal penggunaan kata “Allah” oleh kaum non-Muslim.

“Kita perlu mewaspadai Malaysia sebagai negara majemuk yang selalu mengedepankan kesederhanaan dan kerukunan, yang juga sejalan dengan konsep Fiqih Sabahi, yang dianut di Sabah,” ujarnya dalam keterangan pada Rabu (24/3/2021).

Hajiji, yang juga merupakan ketua cabang negara bagian Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), mengungkapkan harapannya agar Komite Koordinasi Urusan Islam Sabah (JaPHEIS) yang baru dibentuk bisa menahan diri untuk tidak mengambil pendekatan ekstrim, yang dapat menimbulkan kecemasan di antara masyarakat yang majemuk.

Hajiji mengatakan bahwa JaPHEIS tidak hanya akan mewakili suara kaum Muslim di negara bagian itu, tetapi juga pemerintah Sabah dalam urusan Islam.

Keputusan Pengadilan Tinggi Malaysia pada 10 Maret lalu memungkinkan umat non-Muslim di negara itu untuk bisa menggunakan kembali kata “Allah” dan kata-kata lain dalam peribadatan mereka, meskipun bagian sebagian besar umat Muslim di negara itu, kata Allah dan kata-kata lain tersebut merupakan “milik” atau menunjukkan kekhasan umat Muslim.

Kata “Allah” sudah cukup lama digunakan oleh orang-orang Kristen di Sabah dan Sarawak, dimana populasi mereka cukup signifikan di dua negara bagian itu. Namun, ketika mereka mulai bermigrasi ke wilayah dimana penduduknya mayoritas beragama Islam, penggunaan kata “Allah” mulai memicu kontroversi. []

Bagaimana pandangan Anda tentang berita ini?

Bagikan berita ini kepada yang lain:

Tanggapan

Yang Terbaru:
Video Terbaru: