DC News:

SEBELUMNYA

INTERNASIONAL Di Masa Prapaska, Kita Bisa Mengikuti Jalan Salib Virtual dari Tanah Suci Di Sini

BERIKUTNYA

INTERNASIONAL Empat Warga Kristen Dibunuh di Nigeria

Presiden Joe Biden
internasional

Liga Katolik: Obsesi Presiden Biden Atas LGBT+ Menyakiti Hati Umat Kristen

Para pemimpin Liga Katolik tidak begitu senang dengan Presiden Joe Biden yang sangat “terobsesi” dengan orang-orang LGBT+ sehingga dia dianggap meninggalkan orang-orang beragama.

Organisasi nirlaba yang beranggotakan 11.000 dengan pemikiran yang konservatif ini mengeluh bahwa presiden telah mengembangkan “ketidaktertarikan total” dalam mendukung komunitas beragama karena “obsesinya terhadap hak-hak” kaum LGBT+.

CEO Liga Katolik, Bill Donohue, memberikan pernyataan di bulan pertama pemerintahan Biden, dengan mengatakan bahwa sang presiden tidak berbicara tentang hak asasi manusia secara luas, melainkan membatasinya hanya pada hak-hak kaum homoseksual dan transgender.

“Ia memberi tahu kita banyak hal tentang prioritasnya,” tulis Donohue. “Berbeda dengan obsesinya atas hak-hak seksual minoritas adalah ketidaktertarikannya secara total pada hak-hak umat Kristen”.

Donohue menambahkan bahwa setelah meneliti arahan-arahan dan perintah-perintah eksekutif Biden, tidak ditemukan apa pun yang berkaitan secara langsung dengan penegakan hak asasi manusia orang Kristen.

“Mengapa hak-hak orang LGBT diperlakukan istimewa atas orang Kristen dan penganut agama lain?” tambah Donohue.

“Kepentingan selektif dalam hak asasi manusia menunjukkan bahwa hak orang Kristen di rumah... lebih sedikit daripada hak pria dan wanita yang bingung secara seksual,” pungkas Donohue.

Pernyataan Donohue muncul setelah Biden meminta Kongres untuk “segera mengesahkan” Undang-undang Kesetaraan.

Presiden telah mendesak Kongres untuk bergerak cepat mengesahkan UU tersebut, untuk memastikan kaum LGBT diberi martabat dan rasa hormat yang pantas mereka dapatkan. Dia juga memuji anggota kongres David Cicilline dan seluruh Kaukus Kesetaraan Kongres yang secara resmi telah memperkenalkan UU tersebut di DPR.

Biden mengatakan RUU itu “merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa Amerika memenuhi nilai-nilai dasar kesetaraan dan kebebasan untuk semua”.

“Kesetaraan penuh telah terlalu lama ditolak bagi kaum LGBTQ+ Amerika dan keluarga mereka,” lanjut Biden.

“Terlepas dari kemajuan luar biasa yang telah dibuat komunitas LGBTQ+ untuk mengamankan hak-hak sipil dasar mereka, diskriminasi masih merajalela di banyak bidang masyarakat kita”.

Pada 2019, para pemimpin Kristen, termasuk para uskup Katolik, bergabung dengan kelompok-kelompok anti-LGBT+ termasuk Alliance Defending Freedom dan American Family Association, menandatangani surat yang dikirimkan ke Komite Kehakiman DPR guna mengutuk UU Kesetaraan.

Surat tersebut menyatakan bahwa RUU Kesetaraan “menghalangi kualitas layanan kesehatan, membahayakan privasi dan keamanan perempuan dan anak gadis, serta mengatur kebebasan berbicara, sangat merusak kebebasan beragama dan mengancam organisasi amal nirlaba dan orang-orang yang mereka layani”.

Surat itu juga mengatakan bahwa RUU Kesetaraan akan “mengamanatkan bahwa semua profesional dan penyedia layanan kesehatan melakukan prosedur transisi gender yang bertentangan dengan banyak penilaian medis terbaik penyedia tersebut, belum lagi keyakinan moral atau agama mereka yang sangat mereka pegang”.

Para pendukung surat itu juga berpendapat bahwa pengesahan UU Kesetaraan akan “merusak hak-hak sipil bagi kaum perempuan dan anak-anak perempuan” dengan memungkinkan orang trans menggunakan kamar kecil, ruang ganti, fasilitas shower dan bermain di tim olahraga yang selaras dengan identitas gender mereka.

Konferensi Uskup Katolik AS (USCCB) menyerukan agar orang Amerika menghubungi perwakilan kongres mereka dan mendesak mereka untuk memilih tidak pada UU Kesetaraan.

“Undang-undang Kesetaraan mendiskriminasi orang-orang beriman dan mengancam kehidupan yang belum lahir. Katakan kepada kongres untuk menentangnya!” demikian tertulis di laman situs web USCCB. []

Bagaimana pandangan Anda tentang berita ini?

Bagikan berita ini kepada yang lain:

Tanggapan

Yang Terbaru:
Video Terbaru: