GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Nasional

Sekum PGI: Iman Kristen Tidak Akan Terganggu dengan Isi Khotbah UAS

Kebenaran Kristus dan makna salib tidak berkurang dengan isi ceramah UAS


20 Agustus 2019 13:30 | Redaksi | 130x dibaca | komentar

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Gomar Gultom, akhirnya angkat bicara terkait ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) mengenai salib.

Pendeta Gultom menyatakan keprihatinannya karena masih ada pimpinan agama sekelas UAS yang menyampaikan isi khotbah seperti itu.

“Masih ada pimpinan agama, apalagi sekelas UAS, yang menyampaikan isi khotbah sedemikian,” kata Pendeta Gultom, sebagaimana dilansir oleh Tempo.co, Senin (19/8/2019).

Pendeta Gultom menegaskan bahwa iman umat Kristen tidak akan terganggu dengan isi khotbah tersebut. Menurutnya, kebenaran Kristus dan makna salib tidak berkurang dengan isi ceramah yang diklaim UAS disampaikan pada tiga tahun lalu itu.

Ia juga tidak sependapat jika kasus ini dibawa ke ranah hukum, sebab, menurutnya ini hanyalah masalah etika dan ketidakpatutan. Agama Kristen tidak sedikit pun ternodai dengan ceramah itu.

“Olehnya, saya tidak sependapat dengan diajukannya delik pidana penodaan agama kepada UAS,” kata Pendeta Gultom.

PGI justru mengajak masyarakat dan pemerintah untuk meninjau ulang regulasi terkait penodaan agama. Ia menilai bahwa delik itu sudah tidak zaman. Ia mencontohkan bahwa negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) sudah mendeklarasikan mencabut delik tersebut dari sistem perundang-undangan.

“Saya meminta parlemen kita, yang sedang membahas RKUHP (Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana, red), untuk mengeluarkan pasal-pasal penodaan agama dari draft yang ada,” katanya.

PGI pun mengimbau dan meminta kepada umat Kristen untuk tidak terpancing dan tersulut emosi terkait ceramah UAS. Pendeta Gultom mengatakan sebaiknya yang merasa kecewa dengan isi ceramah itu, menjelaskan makna salib kepada UAS dan pengikutnya, seraya menyampaikan kasih Kristus. [ ]