GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Agama-agama

Umat Kristen Palestina Berjuang Melawan Para Pemukim Yahudi

Para pemukim Yahudi dianggap berusaha merebut properti-properti milik gereja di Palestina


15 Juni 2019 00:58 | Redaksi | 188x dibaca | komentar

Kelompok-kelompok Kristen di Israel bersatu untuk melawan penjualan tiga bangunan kepada sebuah kelompok Yahudi yang mereka katakan bermaksud untuk “mengambil alih”.

Mahkamah Agung Israel pada hari Senin (10/6/2019) menguatkan putusan pengadilan yang lebih rendah bahwa organisasi pemukim Yahudi, Ateret Cohanim, dapat menyewakan tiga properti gereja di Kota Tua Yerusalem.

Gereja Ortodoks Yunani, selaku pemilik properti-properti tersebut mengatakan bahwa kesepakatan awal ditandatangani pada 2004 oleh seorang pejabat gereja yang korup dan tidak memiliki otoritas yang tepat.

Kasus ini telah berlangsung selama 14 tahun ketika Gereja Ortodoks Yunani menuduh Ateret Cohanim melakukan suap dan korupsi. Gereja berusaha untuk melindungi karakter Kristen dari Kota Tua Yerusalem.

Pada 2017, pengadilan yang lebih rendah, yang memutuskan bahwa Gereja Ortodoks Yunani gagal memberikan bukti yang cukup dianggap curang.

Uskup Agung Gereja Ortodoks Yunani, Arkhbishop Atallah Hanna, mengatakan bahwa keputusan pengadilan itu “ilegal dan tidak sah”.

“Penyitaan properti Gerbang Jaffa yang bersejarah oleh organisasi pemukum ekstrimis merupakan bencana baru bagi kemalangan yang diderita oleh orang-orang Kristen di Kota Suci ini,” kata Hanna.

Dokumen-dokumen pengadilan menunjukkan tiga perusahaan menandatangani kontrak sewa senilai 1,8 juta dollar untuk tiga properti tersebut pada 2004. Perusahaan-perusahaan itu bekerja untuk Ateret Cohanim.

Warga Palestina menginginkan Kota Tua dan lingkungan Arab Yerusalem menjadi bagian dari ibukota masa depan bagi negara Palestina, tetapi para pemukim Yahudi berusaha merusak upaya itu.

Gereja Ortodoks Yunani memecat Patriarkh Iranaios pada 2005 karena menandatangani perjanjian. Iranaios menyalahkan mantan direktur keuangan Nikolas Papdimo karena membuat kesepakatan yang tidak berhak untuk ia buat.

Beberapa denominasi Kristen mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik putusan Mahkamah Agung. Mereka khawatir bahwa situs-situs suci Kristen lainnya, termasuk Gereja Makam Kudus, bisa direbut oleh para pemukim Yahudi. [ ]