GKRIDC.COM © 2019

Konser Etnik Batak:

Internasional

Vatikan Mungkin Akan Tahbiskan Pria Menikah menjadi Imam

Pentahbisan ini dianggap langkah menuju pentahbisan serupa di wilayah lain


19 Juni 2019 04:16 | Redaksi | 183x dibaca | komentar

Vatikan kemungkinan akan membuat kebijakan yang bakal menjadi terobosan di era Paus Fransiskus, yaitu menahbiskan seseorang yang sudah menikah menjadi imam untuk memenuhi kebutuhan pastoral di wilayah terpencil Amazon.

Kelangkaan imam di wilayah tersebut membuat Vatikan mengajukan pentahbisan, yang dalam bahasa Latin disebut “viri probati” atau orang-orang yang sudah terbukti karakternya. Jadi, kebijakan ini semacam pengecualian terhadap persyaratan selibat dalam Gereja Katolik Roma.

Para pakar gereja melihat ini sebagai langkah menuju pentahbisan pria yang sudah menikah di wilayah lain di dunia, dan bagi kaum tardisionalis gereja, langkah ini dilihat mengkhawatirkan.

“Selibat adalah anugerah bagi Gereja,” tulis dokumen Vatikan, tetapi ada permintaan untuk mempertimbangkan wilayah terpencil di Amazon, dimana ada “kemungkinan untuk mentahbiskan imam bagi pria tua, lebih disukai pribumi, yang dihormati dan diterima oleh anggota komunitas mereka”. “Orang-orang seperti itu,” lanjut dokumen tersebut, “dapat ditahbiskan” bahkan jika mereka sudah memiliki keluarga yang mapan dan stabil.

Paus Fransiskus sudah lama mewacanakan kemungkinan ditahbiskannya “viri probati” di wilayah-wilayah terpencil yang kehilangan sakramen. Di sisi lain, ia juga menegaskan komitmen gereja terhadap selibat bagi para imam.

Proposal Vatikan dibuat setelah berkonsultasi dengan umat Katolik di wilayah Amazon. Jika diterima, maka pria Amazon yang sudah menikah ini bukanlah yang pertama yang ditahbiskan menjadi imam Katolik. Pendahulu Fransiskus, Benediktus XVI pernah mengizinkan pentahbisan beberapa imam Anglikan yang sudah menikah dan masuk Katolik.

Proposal akan dibahas dalam pertemuan para uskup pada Oktober mendatang di Vatikan, untuk membahas kebutuhan pastoral masyarakat di Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana Prancis, Guyana, Peru, Suriname dan Venezuela—yaitu yang dikenal dengan sebutan wilayah Pan-Amazon. [ ]