DC News:

SEBELUMNYA

RENUNGAN Melindungi Gerejamu

BERIKUTNYA

RENUNGAN Bagaimana Kita Bertumbuh?

renungan

Purpose Driven Life

Serupa Dengan Kristus

Roma 8:29

“Mereka yang telah dipilih oleh Allah, telah juga ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian Anak itu menjadi yang pertama di antara banyak saudara-saudara” (Roma 8:29)

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (tselem dan demuth). Artinya, kita sejak semula diciptakan dengan kualitas ilahi (Kej. 1:26). Inilah “kualitas asali” kita, yang sayangnya menjadi rusak akibat dosa. Tetapi, TUHAN tidak pernah menyerah dengan kita. IA mengaruniakan Anak-NYA, Yesus Kristus, sebagai teladan kesempurnaan ilahi dalam diri manusia, sebab Dialah “gambaran Allah” (eikōn tou Theou) (2Kor. 4:4; Kol. 1:15) bahkan “gambar keberadaan (kharaktēr) Allah” (Ibr. 1:3) .
Setiap orang yang mengaku percaya kepada Kristus, dikehendaki TUHAN untuk mengenakan “manusia baru” (Ef. 4:24), dengan menanggalkan manusia lama, yang dikuasai dosa, dan hidup sama seperti Kristus telah hidup (1Yoh. 2:6). Tetapi bagaimana caranya?

Pertama, biarkan Roh Kudus bekerja dalam diri kita (2Kor. 3:18). Karakter Kristus tidak dapat dihasilkan melalui proses “imitasi” (peniruan), melainkan “inhabitasi” (mendiami). Karenanya, hanya Roh Kudus yang bisa mengubahkan kita menjadi serupa dengan Kristus. Jadi, bukalah hatimu agar Roh Kudus bekerja menurut  kehendak TUHAN.

Kedua, bekerja samalah dengan Roh Kudus (Rm. 12:2; 2Kor. 3:18). Kata “berubahlah” (Rm. 12:2) dan “diubah” (2Kor. 3:18) sama-sama menggunakan bentuk pasif dalam teks Yunani, dari kata: metamorfoō. Artinya, perubahan dalam diri kita tidak semata-mata karena usaha kita, melainkan karena keterlibatan Roh Kudus, tetapi pada saat yang sama dibutuhkan usaha kita. Dalam Ef. 4:22-24, Paulus menjelaskan usaha-usaha kita: (1) menanggalkan cara-cara yang lama; (2) mengubah cara berpikir atau paradigma kita; dan (3) mengenakan karakter Kristus.

Ketiga, TUHAN menggunakan firman-NYA, umat-NYA, dan keadaan untuk membentuk kita. Firman TUHAN menjadi acuan kita, umat-NYA menjadi pendukung kita, dan keadaan menjadi lingkungan kita untuk bertumbuh. Seperti biji yang ditanam membutuhkan air, petani dan tanah, demikianlah juga kita butuh Firman, sesama orang percaya, dan komunitas (persekutuan/ gereja) untuk bisa berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus.

Baca juga:

Keempat, semuanya butuh waktu untuk berproses menjadi dewasa penuh (Ef. 4:13). Jangan malu apalagi putus asa jika di tahap-tahap awal kita gagal atau kesulitan. Tetapi malulah jika kita tidak mau mencoba atau menyerah di tengah jalan. Menjadi dewasa itu butuh proses dan pembelajaran. Teruslah berusaha! Amin!

Bagaimana pandangan Anda tentang renungan ini?

Bagikan renungan ini kepada yang lain:

Tanggapan

Yang Terbaru:
Video Terbaru: