Berita

Israel Usir Pastor Muda Idola Pemuda Palestina, Tangis Pecah di Gereja Bethlehem

Israel dilaporkan menolak izin tinggal Pastor Louis Salman, pastor muda asal Yordania yang dicintai pemuda Kristen Palestina. Kepergiannya memicu tangis massal di Beit Sahour dan sorotan ba…

Israel Usir Pastor Muda Idola Pemuda Palestina, Tangis Pecah di Gereja Bethlehem
Berita 13 Mei 2026 62 views

Ukuran font

100%
"Israel dilaporkan menolak izin tinggal Pastor Louis Salman, pastor muda asal Yordania yang dicintai pemuda Kristen Palestina. Kepergiannya memicu tangis massal di Beit Sahour dan sorotan baru soal kebebasan beragama di Tanah Suci"

BEIT SAHOUR, PALESTINA — Tangis ratusan pemuda pecah di Gereja Latin Our Lady of Fatima, Beit Sahour, kota kecil dekat Bethlehem yang diyakini sebagai kampung para gembala dalam kisah kelahiran Yesus. Mereka mengantar kepergian Father Louis Salman, pastor muda asal Yordania yang selama bertahun-tahun menjadi figur spiritual penting bagi generasi muda Kristen Palestina.

Misa perpisahan pada Minggu (11/5/2026) berubah menjadi suasana emosional. Banyak jemaat menangis, memeluk sang pastor, bahkan berlutut ketika ia menyampaikan pesan terakhirnya sebelum meninggalkan Palestina.

Father Louis Salman, 36 tahun, terpaksa hengkang setelah otoritas Israel menolak memperpanjang izin tinggalnya. Keputusan itu disebut muncul usai sang pastor menjalani pemeriksaan keamanan intensif yang dinilai tidak biasa.

Sejumlah sumber gereja menyebutkan, pengaruh besar Father Louis di kalangan pemuda Kristen Palestina menjadi perhatian otoritas Israel. Sikapnya yang kerap menyuarakan kritik terhadap pendudukan Israel juga disebut ikut memicu penolakan izin tinggal tersebut.

Nama Father Louis sebelumnya dikenal luas setelah memimpin doa dan prosesi pemakaman jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, yang tewas ditembak saat meliput operasi militer Israel di Jenin pada 2022. Peristiwa itu memicu kecaman internasional dan menjadi simbol penderitaan warga Palestina di tengah konflik berkepanjangan.

Kepergian Father Louis kini dipandang bukan sekadar kasus administratif biasa. Banyak kelompok Kristen menilai peristiwa ini sebagai bagian dari meningkatnya tekanan terhadap komunitas Kristen Palestina di Tanah Suci.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai organisasi HAM dan lembaga gereja internasional mencatat meningkatnya intimidasi terhadap rohaniwan Kristen, pembatasan akses ke tempat-tempat suci di Yerusalem dan Bethlehem, hingga aksi pelecehan oleh kelompok pemukim ekstremis Yahudi.

Latin Patriarchate of Jerusalem menyatakan keprihatinan mendalam atas keputusan tersebut. Mereka menilai keberadaan para imam asing dari Yordania, Lebanon, Suriah, dan Mesir sangat penting bagi keberlangsungan pelayanan gereja di wilayah Palestina.

Bagi para pemuda di Beit Sahour, Father Louis bukan sekadar pastor. Ia dikenal aktif mendampingi anak muda yang hidup di tengah tekanan konflik, pengangguran, dan ketidakpastian masa depan. Melalui Gerakan Pemuda Kristen Palestina, ia membangun berbagai kegiatan sosial, pendampingan iman, hingga ruang aman bagi generasi muda.

“Dia memberi kami harapan ketika banyak orang kehilangan harapan,” ujar salah satu jemaat muda usai misa perpisahan.

Kasus ini kembali menyoroti posisi komunitas Kristen Palestina yang terus menyusut. Data gereja menunjukkan populasi Kristen di Tanah Suci terus menurun akibat konflik, tekanan ekonomi, migrasi, dan ketidakstabilan politik.

Di tanah yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus, komunitas Kristen kini menjadi minoritas kecil yang hidup di tengah pusaran konflik Israel-Palestina yang tak kunjung selesai.

Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan penjelasan resmi secara rinci terkait alasan penolakan izin tinggal Father Louis Salman.

(Premier Christian News, Independent Catholic News, IMEMC, Middle East Monitor, Quds News Network, Vatican News, Reuters – Mei 2026)

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Israel dilaporkan menolak izin tinggal Pastor Louis Salman, pastor muda asal Yordania yang dicintai pemuda Kristen Palestina. Kepergiannya memicu tangis massal di Beit Sahour dan…

Tags

Israel Palestina Pastor Louis Salman Beit Sahour Bethlehem Kristen Palestina Gereja Katolik Pendudukan Israel Kebebasan Beragama Timur Tengah Shireen Abu Akleh Latin Patriarchate Konflik Israel Palestina

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600