Warta Sepekan
Edisi 026 | 6-13 September 2026
Renungan
Yesaya 6:1-8
“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Kita?’ Sahutku, ‘Ini aku, utuslah aku!’” (Yesaya 6:8—TB2-LAI)
Yesaya 6 dimulai dengan kalimat, “Pada tahun kematian Raja Uzia...”. Uzia telah memerintah Yehuda selama 52 tahun. Pada masa pemerintahannya, bangsa itu memiliki kekuatan militer dan kehidupan ekonomi yang baik. Alkitab menjelaskan rahasia keberhasilannya: “selama ia mencari TUHAN, Allah membuat jalannya berhasil” (2 Taw. 26:5).
Namun, setelah menjadi kuat, Uzia mulai sombong. Ia masuk ke Bait Tuhan untuk membakar dupa, padahal tugas itu hanya boleh dilakukan oleh para imam. Karena ketidaktaatannya, ia terkena penyakit kusta dan hidup terasing sampai akhir hayatnya.
Kematian seorang raja yang begitu lama memimpin tentu membawa perubahan besar. Dalam keadaan seperti itulah Yesaya mendapat penglihatan: Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang. Raja di bumi dapat berganti, tetapi Tuhan tetap memerintah.
Kita pun bisa mengalami masa ketika hal-hal yang selama ini kita andalkan mulai goyah. Pekerjaan tidak lagi pasti, kesehatan menurun, atau orang yang kita kasihi tidak lagi bersama kita. Di tengah keadaan itu, kita diingatkan bahwa Tuhan tetap berkuasa dan layak kita percaya.
Dari perjumpaan Yesaya dengan Tuhan serta gambaran para serafim yang melayani-Nya, kita dapat merenungkan tiga hal.
1. Menghormati Kekudusan Tuhan
Para serafim berseru, “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Semesta Alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”
Tuhan itu kudus. Tidak ada dosa atau kejahatan di dalam diri-Nya. Para serafim pun menutupi muka mereka di hadapan-Nya. Gambaran ini mengingatkan kita untuk datang kepada Tuhan dengan sikap hormat, bukan sembarangan.
Ketika seruan itu terdengar, ambang pintu Bait Suci bergoyang dan ruangan dipenuhi asap. Yesaya sedang berhadapan dengan Tuhan yang mulia dan berkuasa.
Mengenal kekudusan Tuhan seharusnya membuat kita memeriksa hidup. Apakah perkataan kita jujur? Apakah kita memperlakukan orang lain dengan kasih? Adakah dosa yang terus kita biarkan?
Tuhan tidak hanya menghendaki kita rajin mengikuti kegiatan gereja. Ia ingin agar kehidupan kita sehari-hari juga menghormati-Nya. Ibadah bukan hanya tentang apa yang kita lakukan di gereja, tetapi juga tentang bagaimana kita hidup setiap hari.
2. Mengakui Dosa dengan Rendah Hati
Saat melihat kemuliaan Tuhan, Yesaya tidak membanggakan dirinya. Sebaliknya, ia berseru, “Celaka aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir....”
Yesaya menyadari bahwa dirinya berdosa. Ia tidak membandingkan diri dengan orang lain supaya terlihat lebih baik. Di hadapan Tuhan yang kudus, ia mengakui keadaannya dengan jujur.
Inilah kerendahan hati: berani mengakui kesalahan dan menyadari bahwa kita membutuhkan pengampunan Tuhan.
Namun, Tuhan tidak membiarkan Yesaya tenggelam dalam rasa bersalah. Seorang serafim mengambil bara dari mezbah dan menyentuh bibirnya. Lalu, ia menyatakan bahwa kesalahan Yesaya telah dihapus dan dosanya telah diampuni. Pengampunan itu adalah anugerah Tuhan, bukan hasil usaha Yesaya.
Sebagai orang percaya, kita juga menerima pengampunan melalui Yesus Kristus. Karena itu, kita melayani bukan untuk membuktikan bahwa kita lebih baik atau lebih berbakat daripada orang lain. Kemampuan berbicara, bernyanyi, bermain musik, dan berbagai keterampilan lainnya memang berguna. Namun, semuanya bukan alasan untuk menyombongkan diri.
Kita melayani karena Tuhan telah mengasihi, mengampuni, dan memberi kita kesempatan untuk dipakai-Nya.
3. Menjawab Panggilan Tuhan dengan Taat
Setelah menerima pengampunan, Yesaya mendengar Tuhan bertanya, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Kita?”
Yesaya menjawab, “Ini aku, utuslah aku!”
Ia bersedia menyerahkan dirinya kepada Tuhan, bahkan sebelum mengetahui seluruh tugas yang akan dijalaninya. Perjumpaan dengan Tuhan dan pengampunan yang diterimanya mendorong dia untuk menjawab panggilan itu.
Ketaatan kita pun seharusnya lahir dari kasih dan rasa syukur, bukan sekadar karena terpaksa atau ingin dipuji. Ketika menyadari betapa besar kasih Kristus, kita belajar berkata, “Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan?”
Melayani Tuhan tidak selalu berarti berdiri di mimbar atau pergi ke tempat yang jauh. Kita dapat melayani dengan mendampingi keluarga, bekerja dengan jujur, menolong tetangga, mendengarkan orang yang sedang susah, atau mengambil bagian dalam pelayanan gereja sesuai kemampuan dan keadaan kita.
Mungkin kita masih merasa takut atau tidak mampu. Kita boleh membawa semua itu kepada Tuhan dan meminta pertolongan-Nya. Kesediaan untuk taat dapat dimulai dari satu langkah kecil yang bisa kita lakukan hari ini.
Penutup
Perjumpaan Yesaya dengan Tuhan mengajarkan kita untuk menghormati kekudusan-Nya, mengakui dosa dengan rendah hati, dan menjawab panggilan-Nya dengan taat.
Tuhan yang memanggil Yesaya adalah Tuhan yang juga kita sembah hari ini. Saat keadaan di sekitar kita berubah, Dia tetap memerintah. Saat kita menyadari dosa kita, kepada-Nya kita datang memohon pengampunan. Saat Dia memanggil, kita dapat belajar menjawab dengan iman: “Ini aku, Tuhan. Utuslah aku!” Amin!
KESEDIAAN UNTUK TAAT DAPAT DIMULAI DARI SATU LANGKAH KECIL YANG BISA KITA LAKUKAN HARI INI
Ulang Tahun Jemaat
“Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kau rancangkan” Mazmur 20:4
Bagi jemaat yang datanya belum tercatat, harap menghubungi Sekretariat
Info Gereja
GERAKAN BACA DENGAR ALKITAB SETIAP HARI -Utk Remaja, Dewasa, Orang tua: 3 pasal -Utk anak anak: 5 ayat (bisa lebih) DIMULAI HARI SENIN, TGL. 16 JUNI 2025DI TEMPAT MASING - MASING
IBADAH KELUARGA Berharap dilaksanakan setiap hari Senin - Jumat di rumah masing-masing. Jika tidak memungkinkan setiap hari Senin sampai Jumat, maka wajib dilaksanakan sekali dalam seminggu yaitu hari Selasa.
Mari terus dukung program D20K (Donasi Rp. 20.000 per orang per bulan) Donasi dapat dikirimkan melalui Rekening BCA: 887-0532-637a.n. Ester Joice Pilat S TH atau klik tombol di bawah ini:Kirim D20K
Buka tautanAgenda Kegiatan
PIC: Sekretariat (6281513413809)
Lokasi: Pos PI Hineni Rehobot
"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)
Bank BCA
Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S
Bank BCA
Ester Joice P atau Rahel Natalia S
Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.
KONFIRMASI SEKARANG