Warta Sepekan

Yang Diurapi

Edisi 023 | 28 Juni - 5 Juli 2026

Ukuran font

100%

Renungan

Yang Diurapi

2 Samuel 23:1-7

“Ucapan Daud bin Isai ucapan orang yang ditinggikan, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel.” (2 Samuel 23:1b—TB2)

Daud dikenang sebagai raja besar Israel. Namun di akhir hidupnya, yang terutama melekat pada dirinya bukan hanya kekuatan, kemenangan, atau keberhasilannya memimpin bangsa. Daud dikenang sebagai orang yang diurapi Allah.

Ia bukan berasal dari keluarga istana. Ia hanyalah anak Isai, seorang gembala dari Betlehem. Hidupnya sederhana, jalannya panjang, dan prosesnya tidak mudah. Daud pernah menang, tetapi juga pernah jatuh. Ia pernah menunjukkan iman yang besar, tetapi juga pernah melakukan dosa yang serius. Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang menonjol dari hidupnya: Daud mau kembali kepada Tuhan.

Di sinilah kita melihat arti urapan dengan lebih jernih. Urapan bukan tanda bahwa seseorang sempurna. Urapan adalah tanda bahwa Allah memilih, membentuk, dan memakai seseorang untuk maksud-Nya. Daud tidak menjadi raja karena ia paling hebat. Ia menjadi raja karena Allah berkenan mengangkatnya.

Dalam 2 Samuel 23, Daud menyampaikan perkataan terakhirnya. Ia melihat kembali perjalanan hidupnya dan sadar bahwa kerajaannya tidak berdiri karena kekuatan politik, strategi perang, atau kecakapan manusia semata. Semua berdiri karena janji dan kesetiaan Allah. Daud bahkan berkata bahwa Roh Tuhan berbicara melalui dirinya. Artinya, hidup dan kepemimpinannya berada di bawah karya Allah.

Lalu Daud memberi gambaran tentang pemimpin yang benar:

“Orang yang memerintah manusia dengan adil, yang memerintah dengan takut akan Allah, ia seperti terang pagi ketika matahari terbit...” (2 Samuel 23:3–4)

Ini gambaran yang sangat indah. Pemimpin yang benar bukanlah orang yang memerintah dengan ego, kemarahan, atau ambisi pribadi. Pemimpin yang benar memimpin dengan keadilan dan takut akan Tuhan. Kehadirannya seperti terang pagi: membawa harapan, kesegaran, dan kehidupan.

Dalam terang Perjanjian Daud, urapan atas Daud tidak berhenti pada dirinya. Allah berjanji bahwa dari keturunan Daud akan datang Raja yang sejati. Janji ini menjadi dasar pengharapan akan datangnya Mesias, yaitu Yang Diurapi.

Dalam perspektif Yudaisme, Mesias dipahami sebagai keturunan Daud yang akan membawa pemulihan, keadilan, damai, dan kesetiaan umat kepada Allah. Mesias adalah Raja yang dinantikan, Raja yang akan menegakkan pemerintahan Allah di tengah umat-Nya. Karena itu, Daud menjadi tanda pengharapan. Sekalipun Israel pernah mengalami kehancuran, pembuangan, dan masa-masa gelap, janji Allah tetap hidup.

Dalam iman Kristen, pengharapan itu mencapai kepenuhannya dalam Yesus Kristus. Yesus adalah Anak Daud, tetapi juga Anak Allah. Ia adalah Raja yang dijanjikan, namun kerajaan-Nya tidak dibangun dengan kekerasan. Ia memerintah melalui kasih, kebenaran, salib, dan kebangkitan.

Daud pernah mengalahkan musuh-musuh Israel, tetapi Kristus mengalahkan musuh terbesar manusia: dosa, maut, dan kuasa gelap. Daud memimpin Israel sebagai raja yang diurapi, tetapi Kristus memimpin umat-Nya masuk ke dalam Kerajaan Allah yang kekal. Daud adalah bayangan. Kristus adalah penggenapan.

Karena itu, ketika kita membaca tentang Daud sebagai orang yang diurapi, pandangan kita tidak berhenti pada Daud. Kita diarahkan kepada Kristus, Sang Mesias sejati. Dialah Raja yang adil. Dialah terang pagi yang membawa hidup baru. Dialah Pemimpin yang memerintah bukan dengan ego, tetapi dengan kasih dan kebenaran.

Iman kepada Kristus sebagai Yang Diurapi tidak boleh berhenti sebagai pengakuan di bibir. Iman itu harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam rumah tangga Kristen. Keluarga dipanggil menjadi gereja kecil di rumah. Artinya, Kristus tidak hanya dihormati dalam ibadah hari Minggu, tetapi juga ditaati dalam cara keluarga hidup setiap hari.

Jika Kristus adalah Raja, maka Ia harus menjadi Raja atas rumah kita. Bukan sekadar tamu dalam doa. Bukan hanya nama yang disebut sebelum makan. Ia harus menjadi pusat dari keputusan, percakapan, kebiasaan, dan cara kita memperlakukan satu sama lain.

Rumah tangga Kristen tidak harus sempurna. Pasti ada perbedaan pendapat, konflik, kelemahan, dan luka. Tetapi rumah yang dipimpin Kristus belajar merespons semua itu dengan cara yang berbeda. Ketika ada konflik, keluarga belajar mencari damai. Ketika ada kesalahan, keluarga belajar meminta maaf. Ketika ada luka, keluarga belajar mengampuni. Ketika ada keputusan, keluarga belajar bertanya: apa yang menyenangkan hati Tuhan?

Daud mengingatkan kita bahwa orang yang diurapi tetap perlu dibentuk. Demikian juga keluarga Kristen. Rumah tangga yang dipimpin Kristus tidak terbentuk dalam satu hari. Ia dibentuk melalui kesetiaan kecil: doa bersama meski singkat, percakapan yang jujur, kesediaan mendengar, keberanian meminta maaf, kesabaran menghadapi kelemahan, dan keputusan untuk tidak membiarkan ego menjadi raja di rumah.

Maka pertanyaan penting bagi setiap keluarga adalah: Apakah Kristus sungguh menjadi Raja di rumah kita? Apakah Ia memerintah cara kita berbicara? Apakah Ia memimpin cara kita mengambil keputusan? Apakah Ia hadir dalam cara kita mengelola konflik? Apakah kasih-Nya terlihat dalam cara kita melayani satu sama lain?

Kiranya setiap rumah tangga Kristen belajar hidup di bawah pemerintahan Kristus. Biarlah rumah kita menjadi tempat di mana kasih lebih kuat daripada ego, pengampunan lebih besar daripada luka, dan takut akan Tuhan lebih utama daripada kehendak pribadi.

Sebab rumah yang dipimpin Kristus bukan hanya menjadi tempat tinggal. Rumah itu menjadi tempat iman bertumbuh, kasih dilatih, karakter dibentuk, dan nama Tuhan dimuliakan. Amin!

PEMIMPIN YANG BENAR MEMERINTAH DENGAN KEADILAN DAN TAKUT AKAN TUHAN

Ulang Tahun Jemaat

Ulang Tahun

Selamat Ulang Tahun

  • Minggu, 21 Jun - Veronika Pera Ramayanti
  • Minggu, 21 Jun - Yohanes Marakub Efruan
  • Senin, 22 Jun - Regina Kristiani Lasi
  • Kamis, 25 Jun - Jeane M Sulaiman
  • Kamis, 25 Jun - Lydia Lestari
  • Sabtu, 27 Jun - Nurshania Rifka Sihite
“Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kau rancangkan” Mazmur 20:4

Ulang Tahun Minggu Ini

  • Minggu, 28 Jun - Griselle Natalya Sianturi
  • Senin, 29 Jun - Azaria Damanik
  • Senin, 29 Jun - Christopher M.S. Nababan
  • Rabu, 1 Jul - Berlin Sebastian Nainggolan
  • Rabu, 1 Jul - Glenaldo Bing Pangestu
  • Rabu, 1 Jul - Julius Hutabarat

Bagi jemaat yang datanya belum tercatat, harap menghubungi Sekretariat

Info Gereja

Info Gereja

Info Gereja Berlaku:

Baca Alkitab Setiap Hari

GERAKAN BACA DENGAR ALKITAB SETIAP HARI -Utk Remaja, Dewasa, Orang tua: 3 pasal -Utk anak anak: 5 ayat (bisa lebih)  DIMULAI HARI SENIN, TGL. 16 JUNI 2025DI TEMPAT MASING - MASING

Info Gereja Berlaku:

Ibadah Keluarga

IBADAH KELUARGA Berharap dilaksanakan setiap hari Senin - Jumat di rumah masing-masing. Jika tidak memungkinkan setiap hari Senin sampai Jumat, maka wajib dilaksanakan sekali dalam seminggu yaitu hari Selasa.

Info Gereja Berlaku:

D20K

Mari terus dukung program D20K (Donasi Rp. 20.000 per orang per bulan) Donasi dapat dikirimkan melalui Rekening BCA: 887-0532-637a.n. Ester Joice Pilat S TH atau klik tombol di bawah ini:Kirim D20K

Buka tautan

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan Berlaku:

Ibadah Minggu Kapel Alfa

Agenda Kegiatan Berlaku:

Ibadah Semitik

PIC: Sekretariat (6281513413809)

Agenda Kegiatan 20 Apr 2026 18:18 - 20:18

Ibadah Minggu Hineni Rehobot

Lokasi: Pos PI Hineni Rehobot

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600