Berita

Cina Tangkap 6 Warga Kristen karena Sekolah Minggu, Dunia Internasional Bereaksi

Enam umat Kristen di Guizhou, China, ditangkap setelah menggelar sekolah Minggu untuk anak-anak. Kasus ini memicu sorotan internasional terhadap kebebasan beragama di bawah pemerintahan Xi…

Cina Tangkap 6 Warga Kristen karena Sekolah Minggu, Dunia Internasional Bereaksi
Berita 18 Mei 2026 226 views

Ukuran font

100%
"Enam umat Kristen di Guizhou, China, ditangkap setelah menggelar sekolah Minggu untuk anak-anak. Kasus ini memicu sorotan internasional terhadap kebebasan beragama di bawah pemerintahan Xi Jinping"

BEIJING, DC News — Pemerintah China kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah enam umat Kristen di Provinsi Guizhou ditangkap karena aktivitas yang disebut berkaitan dengan sekolah Minggu untuk anak-anak.

Enam orang tersebut berasal dari sebuah “house church” atau gereja rumah di Kota Kaili, Provinsi Guizhou, China barat daya. Mereka ditahan dengan tuduhan “penipuan” dan “mengorganisasi anak di bawah umur untuk melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum”.

Laporan penangkapan pertama kali diungkap media pemantau kebebasan beragama Bitter Winter dan kemudian dikonfirmasi organisasi HAM Kristen ChinaAid.

Mereka yang ditangkap terdiri dari lima pria dan satu perempuan, yakni Wei Yongqiang, He Jinbao, Quan Xiaolong, Long Jian, Cheng Yongbing, dan Zhou Guixia.

Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan kasus tersebut, tuduhan terhadap mereka muncul karena aktivitas pendidikan agama untuk anak-anak, termasuk penyelenggaraan sekolah Minggu.

ChinaAid menyebut langkah aparat China sebagai bentuk eskalasi baru dalam penindakan terhadap kelompok agama independen di negara itu.

“Kriminalisasi sekolah Minggu dan penyebaran iman secara damai kepada anak-anak merupakan penyalahgunaan hukum yang serius,” kata Presiden ChinaAid Bob Fu.

Tekanan terhadap Gereja Independen

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya kontrol pemerintah Presiden Xi Jinping terhadap aktivitas keagamaan di China.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China memperketat pengawasan terhadap gereja rumah yang tidak berada di bawah kontrol negara melalui gereja resmi Three-Self Patriotic Movement.

Sejumlah gereja independen dilaporkan dibubarkan, salib gereja dicopot, hingga pendeta dipenjara menggunakan tuduhan seperti penipuan dan subversi negara.

Kelompok HAM internasional menilai kebijakan “sinisasi agama” yang digaungkan Xi Jinping bertujuan menempatkan seluruh aktivitas keagamaan di bawah kendali Partai Komunis China.

Laporan terbaru juga menyebut revisi Undang-Undang Keamanan Publik China kini memasukkan “aktivitas keagamaan ilegal” dalam kategori yang sejajar dengan organisasi sekte terlarang.

Sorotan Dunia Internasional

Penangkapan enam jemaat di Guizhou memicu kritik dari berbagai kelompok pembela kebebasan beragama.

Mereka menilai penggunaan pasal “mengganggu ketertiban umum” terhadap sekolah Minggu merupakan perluasan tafsir hukum yang berbahaya.

Pengacara keluarga para tersangka juga disebut sempat mengalami hambatan dalam memberikan pembelaan hukum.

Hingga kini, keenam jemaat tersebut masih berada dalam tahanan aparat China.

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan pelanggaran kebebasan beragama di China yang terus mendapat perhatian dunia internasional.

(Sumber: Bitter Winter, ChinaAid, Religion Unplugged, CHVN Radio, UCA News, Christian Post)

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Enam umat Kristen di Guizhou, China, ditangkap setelah menggelar sekolah Minggu untuk anak-anak. Kasus ini memicu sorotan internasional terhadap kebebasan beragama di bawah pemeri…

Tags

China Kristen China Xi Jinping sekolah minggu gereja bawah tanah China penangkapan umat Kristen kebebasan beragama Guizhou ChinaAid Bitter Winter penganiayaan Kristen berita internasional HAM China gereja rumah

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600