"Renungan singkat tentang Bait Suci berdasarkan 1 Raja-raja 6:11-13 yang menekankan bahwa hadirat Tuhan nyata ketika umat-Nya mendengar dan taat kepada firman-Nya"
“Aku akan tinggal di antara orang Israel dan tidak akan meninggalkan umat-Ku Israel” (1 Raja-raja 6:13—TB2)
Bait Suci adalah bangunan yang sangat penting bagi bangsa Israel. Di sanalah umat Tuhan datang beribadah, mempersembahkan kurban, dan mengingat bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah mereka.
Namun dalam 1 Raja-raja 6:11-13, Tuhan mengingatkan Salomo bahwa Bait Suci bukan hanya soal bangunan yang megah. Bait Suci bukan hanya soal emas, batu mahal, kayu terbaik, atau arsitektur yang indah. Yang terutama adalah kehadiran Tuhan.
Tuhan berkata, “Aku akan tinggal di antara orang Israel.”
Inilah inti dari Bait Suci: bukan kemegahannya, tetapi hadirat Tuhan di tengah umat-Nya.
Tetapi hadirat Tuhan tidak boleh dipisahkan dari ketaatan. Tuhan berkata kepada Salomo bahwa jika ia hidup menurut ketetapan, peraturan, dan perintah Tuhan, maka Tuhan akan menepati janji-Nya dan tinggal di tengah umat-Nya.
Ketetapan, peraturan, dan perintah semuanya berbicara tentang firman Tuhan. Sebab, hadirat Tuhan menjadi nyata bukan ketika kita memanjatkan doa-doa kita kepada-Nya. Bukan juga tatkala kita menaikkan pujian dan penyembahan kita. Melainkan, ketika kita mendengarkan suara Tuhan melalui kebenaran firman-Nya.
Itulah sebabnya ketika Salomo sibuk membangun Bait Suci, Tuhan mengingatkannya untuk memastikan bahwa di dalam ruangan yang megah itu ada jiwa-jiwa yang mau taat pada firman-Nya.
Ketaatan pada firman Tuhan itulah yang menjamin bahwa Tuhan mau tinggal bersama-sama dengan kita. Amin!
HADIRAT TUHAN NYATA KETIKA ADA SUARA TUHAN DI DALAMNYA
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.