"Refleksi tentang Malkhūth YHWH—kedaulatan TUHAN sebagai Raja atas hidup umat-Nya. Belajar percaya, taat, dan menyerahkan kendali hidup kepada Tuhan di tengah pergumulan"
“Dengarkanlah suara rakyat, semua yang mereka katakan kepadamu. Bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak supaya Aku tidak lagi menjadi raja atas mereka” (1Samuel 8:7b—TB2)
Malkhūth YHWH berarti kedaulatan atau pemerintahan TUHAN sebagai Raja atas umat-Nya. Sejak keluar dari Mesir, selama hampir empat abad bangsa Israel hidup di bawah pimpinan TUHAN. Ia memanggil Musa, menyiapkan Yosua, dan mengangkat hakim-hakim untuk memimpin serta menyelamatkan mereka dari berbagai ancaman.
Namun dalam 1Samuel 8, bangsa Israel meminta seorang raja supaya mereka menjadi sama seperti bangsa-bangsa lain. Mereka merasa lebih aman jika memiliki pemimpin yang terlihat secara nyata. Permintaan ini bukan sekadar soal sistem pemerintahan, tetapi mencerminkan hati yang tidak lagi percaya penuh pada kedaulatan TUHAN. Seperti yang difirmankan TUHAN kepada Samuel, mereka sebenarnya sedang menolak Dia sebagai Raja.
Seringkali kita pun memiliki kecenderungan yang sama. Ketika menghadapi kesulitan, kita lebih mengandalkan “cara kita” daripada “cara TUHAN.” Kita sibuk menghitung kemungkinan, mencari jalan tercepat, atau mengandalkan kekuatan manusia, tetapi lupa untuk sungguh-sungguh percaya dan menanti pimpinan TUHAN. Tanpa sadar, kita mengambil kembali kendali yang seharusnya kita serahkan kepada-Nya.
Melalui firman ini, kita diingatkan untuk kembali hidup di bawah kedaulatan TUHAN. Bukan hanya dalam kata, tetapi dalam setiap keputusan, pergumulan, dan proses hidup kita. Apakah kita benar-benar percaya bahwa Tuhan memimpin dengan sempurna, meskipun jalannya tidak selalu kita pahami?
Marilah kita belajar menyerahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN—pikiran, perasaan, dan tindakan kita. Dibutuhkan kerelaan untuk taat dan kesabaran untuk menunggu waktu-Nya. Percayalah, rancangan TUHAN adalah rancangan damai sejahtera bagi kita.
BIARKAN TUHAN BERDAULAT ATAS HIDUP KITA,
SEBAB RANCANGANNYA ADALAH RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA.
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.