"Survei American Bible Society 2026 ungkap hampir 50% warga Amerika telah baca separuh Alkitab atau lebih, tapi hanya 25% pembaca aktif. Simak tren bacaan Kitab Suci pasca-lonjakan 2025 beserta data Barna dan Pew Research"
Hampir separuh warga Amerika Serikat mengaku telah membaca setidaknya separuh isi Alkitab. Namun, hanya sekitar seperempat dari mereka yang tergolong sebagai pembaca aktif. Hal ini terungkap dalam survei State of the Bible USA 2026 yang dirilis American Bible Society (ABS).
Survei yang dilakukan pada 8–27 Januari 2026 terhadap 2.649 responden dewasa di AS menunjukkan, sebanyak 48 persen responden menyatakan telah membaca separuh atau lebih isi Alkitab. Dari jumlah tersebut, 17 persen mengaku telah membaca seluruh Alkitab, 17 persen sebagian besar, dan 14 persen sekitar separuh. Sementara itu, 35 persen responden hanya membaca sebagian kecil, dan 7 persen tidak yakin seberapa banyak yang telah mereka baca.
Temuan ini juga mengindikasikan bahwa peningkatan minat membaca Alkitab yang terjadi sepanjang 2025 mulai mereda. Editor-in-Chief State of the Bible series ABS, John Farquhar Plake, mengatakan bahwa penggunaan Alkitab pada 2026 kembali ke tingkat tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kita melihat peningkatan pembacaan dan penjualan Alkitab, serta munculnya wacana kebangkitan rohani. Namun tahun ini, penggunaan dan keterlibatan dengan Kitab Suci kembali ke level 2024,” ujar Plake.
ABS mendefinisikan “pembaca aktif” sebagai mereka yang membaca Alkitab setidaknya sekali dalam sepekan di luar ibadah. Adapun “pembaca sesekali” adalah mereka yang membacanya tiga hingga empat kali setahun. Hasil survei menunjukkan, 42 persen warga AS tidak pernah menggunakan Alkitab, 13 persen kurang dari sekali setahun, dan 7 persen hanya sekali atau dua kali setahun. Sementara itu, 25 persen tergolong pembaca aktif.
Di sisi lain, kelompok yang disebut “Bible Curious” atau Movable Middle—yakni individu yang terbuka terhadap Alkitab meski belum aktif—meningkat menjadi 28 persen. Jumlah ini bertambah sekitar 9 juta orang sejak 2024.
“Meski keterlibatan menurun, jumlah orang yang tertarik dan terbuka terhadap Alkitab justru bertambah dalam dua tahun terakhir,” kata Plake.
Temuan ABS sejalan dengan laporan lembaga riset lain. Barna Group dalam laporan State of the Church 2025 mencatat pembacaan Alkitab mingguan di kalangan dewasa AS meningkat menjadi 42 persen, naik dari titik terendah dalam 15 tahun pada 2024. Generasi Z dan Milenial disebut menjadi pendorong utama tren ini.
Sementara itu, survei Pew Research Center (2025) menunjukkan 44 persen warga AS menilai Alkitab sebagai sesuatu yang “penting” atau “sangat penting” dalam kehidupan mereka. ABS juga mencatat bahwa Alkitab cetak masih menjadi pilihan utama, dengan sekitar 80 persen pembaca aktif menggunakannya setidaknya sekali dalam sebulan.
Meski demikian, para peneliti menilai hubungan masyarakat AS dengan Alkitab tetap bersifat kompleks. Di satu sisi terjadi penurunan penggunaan, tetapi di sisi lain minat dan keterbukaan terhadap Kitab Suci justru menunjukkan peningkatan. []
Editor: OYR
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.