"Tentara Israel diselidiki setelah diduga merusak patung Yesus di Lebanon selatan. Insiden ini memicu kecaman global di tengah konflik Israel–Hizbullah yang masih berlangsung"
Militer Israel menyatakan sedang menyelidiki seorang tentaranya yang diduga merusak patung Yesus di Lebanon selatan menggunakan palu godam. Insiden ini memicu kecaman luas karena dianggap menyinggung simbol keagamaan Kristen.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa foto yang beredar di media sosial, yang menunjukkan seorang tentara memukul patung Yesus di salib, adalah autentik. Peristiwa itu disebut terjadi di Desa Debel, wilayah mayoritas Kristen di Lebanon selatan dekat perbatasan Israel.
Dalam pernyataannya, IDF menegaskan tindakan tersebut dipandang dengan “sangat serius” dan tidak sejalan dengan nilai-nilai militer Israel. Pihak militer juga menyatakan kasus ini akan ditangani melalui jalur komando dan proses disipliner internal.
Kecaman dan Reaksi Internasional
Insiden ini segera memicu kemarahan publik, khususnya dari komunitas Kristen di Lebanon dan dunia internasional. Sejumlah pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri dan pejabat tinggi lainnya, turut mengecam tindakan tersebut dan menjanjikan sanksi terhadap pelaku.
Seorang imam lokal di Debel menyebut perusakan simbol religius itu sebagai “penghinaan yang mengerikan” terhadap iman Kristen.
Selain itu, Amerika Serikat melalui duta besarnya juga mendesak agar ada tindakan tegas dan transparan terhadap pelaku, mengingat sensitivitas isu keagamaan di kawasan tersebut.
IDF menyatakan akan membantu memperbaiki patung yang rusak sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.
Terjadi di Tengah Konflik Berkepanjangan
Peristiwa ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan. Sejak awal Maret 2026, wilayah tersebut menjadi medan pertempuran intens yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan pengungsian besar-besaran.
Israel sendiri telah memperluas kehadiran militernya di sejumlah desa di Lebanon selatan, termasuk Debel, menyusul operasi darat dan serangan udara terhadap target Hizbullah.
Meski sempat tercapai gencatan senjata, situasi di lapangan tetap rapuh dengan akses warga sipil yang terbatas dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sensitivitas Isu Keagamaan
Pengamat menilai, insiden perusakan patung Yesus ini berpotensi memperburuk ketegangan, karena menyentuh aspek sensitif hubungan antaragama di kawasan Timur Tengah yang sudah lama diliputi konflik politik dan militer.
Simbol-simbol keagamaan, terutama di wilayah multikultural seperti Lebanon, memiliki makna penting tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sebagai identitas komunitas. []
Editor: OYR
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.