"Mel Gibson bocorkan detail film The Resurrection of the Christ: tampilkan dua dimensi neraka, ganti pemeran Yesus, hingga skrip berkonsep ekstrem."
LOS ANGELES, DC News — Dua dekade setelah menggebrak bioskop global lewat The Passion of the Christ (2004), sutradara kawakan Mel Gibson bersiap menyajikan karya yang jauh lebih ambisius dan kontroversial. Sekuel bertajuk The Resurrection of the Christ dipastikan bakal membawa penonton melompati batas dunia fisik menuju alam metafisika dan dasar neraka.
Gibson mengungkapkan, narasi sekuel yang telah ia kembangkan selama satu dekade terakhir ini tidak sekadar merekam peristiwa kebangkitan Yesus Kristus di bumi. Penonton akan diajak melintasi dimensi spiritual yang belum pernah dijamah dalam sinema arus utama.
“Tentu saja Anda akan dibawa menuju dimensi yang berbeda. Anda akan berada di cakrawala purba sebelum penciptaan jagat raya, menembus ‘Neraka Kaum Benar’, hingga menyaksikan kengerian ‘Neraka Kaum Terkutuk’,” ungkap Gibson dalam wawancaranya kepada The Christian Post.
Menurut peraih Oscar tersebut, lompatan alam ini diinspirasi oleh celah tafsir dalam Injil Sinoptik yang tidak mencatat seluruh runtutan peristiwa gaib di antara masa kematian hingga kebangkitan Yesus. Gibson menegaskan, pendekatan imajinatif ini disusun bukan untuk menyimpang dari ajaran ortodoks, melainkan memperkaya visualisasi teologis.
Sebelumnya, Gibson bahkan sempat melontarkan pernyataan sensasional di siniar Joe Rogan dengan melabeli draf naskah film ini terasa seperti pengalaman halusinasi ekstrem.
Pemeran Yesus Diganti Akibat Kendala Biaya CGI
Di balik ambisi narasinya, sekuel ini membawa perombakan radikal di jajaran pemeran utama. Aktor Jim Caviezel, yang lekat dengan karakter Yesus pada film pertamanya, dipastikan tidak lagi terlibat.
Musababnya, Caviezel kini telah menginjak usia 57 tahun, sementara latar lini masa sekuel berlangsung hanya hitungan hari usai penyaliban—kala Yesus berusia 33 tahun. Pihak produksi menilai pemanfaatan teknologi peremajaan digital (CGI de-aging) sepanjang film akan menelan biaya produksi yang melampaui batas rasionalitas.
Sebagai gantinya, Mel Gibson mendapuk aktor asal Finlandia, Jaakko Ohtonen (37), untuk mengemban jubah karakter Yesus Kristus. Aktris Mariela Garriga juga terpilih memerankan Maria Magdalena, menggantikan bintang asal Italia, Monica Bellucci.
Lepas Bahasa Purba, Pakai Bahasa Inggris
Hal menarik lain adalah keputusan Gibson untuk meninggalkan penggunaan dialek kuno. Jika The Passion of the Christ menuai pujian karena setia memakai bahasa Aram, Latin, dan Ibrani, sekuel The Resurrection of the Christ justru digarap penuh dalam bahasa Inggris.
“Konsep teologis yang dibahas dalam peristiwa kebangkitan ini teramat rumit dan berat. Rasanya konyol jika kita memaksa penonton membaca takarir (subtitles) bahasa asing di saat mereka harus mencerna konsep pemikiran yang begitu mendalam,” ujar Gibson dalam siniar Arroyo Grande.
Film yang diproduksi bersama Lionsgate dengan taksiran anggaran 100 juta dollar AS ini (sekitar 1,75 triliun rupiah) telah menuntaskan proses pengambilan gambar di Studio Cinecittà, Roma, serta Matera, Italia.
Kisah epik ini akan dipecah menjadi dua bagian. Bagian pertama, The Resurrection of the Christ: Part One, dijadwalkan tayang perdana di bioskop bertepatan dengan Hari Kenaikan pada 6 Mei 2027, disusul bagian kedua persis satu tahun berikutnya pada Mei 2028. []
Sumber: ChurchLeaders, The Christian Post, Variety, ComingSoon, Collider
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.