Berita

Arkeolog Temukan Jejak Kebun Kuno 2.000 Tahun di Bawah Gereja Makam Kudus Yerusalem

Arkeolog Italia menemukan jejak kebun kuno berusia 2.000 tahun di bawah Gereja Makam Kudus Yerusalem. Temuan ini memperkuat deskripsi Injil Yohanes tentang taman di lokasi penyaliban Yesus

Arkeolog Temukan Jejak Kebun Kuno 2.000 Tahun di Bawah Gereja Makam Kudus Yerusalem
Berita 22 April 2026 49 views

Ukuran font

100%
"Arkeolog Italia menemukan jejak kebun kuno berusia 2.000 tahun di bawah Gereja Makam Kudus Yerusalem. Temuan ini memperkuat deskripsi Injil Yohanes tentang taman di lokasi penyaliban Yesus"

YERUSALEM, DC News — Tim arkeolog dari Italia menemukan jejak kebun kuno berusia sekitar 2.000 tahun di bawah lantai Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre) di Kota Tua Yerusalem. Temuan ini dinilai memperkuat deskripsi dalam Injil Yohanes mengenai keberadaan taman di lokasi penyaliban dan pemakaman Yesus Kristus, meski belum dapat dianggap sebagai bukti langsung keberadaan makam-Nya.

Penggalian dilakukan sejak 2022 dan dipimpin oleh Profesor Francesca Romana Stasolla dari Universitas Sapienza, Roma. Proyek ini merupakan bagian dari renovasi besar lantai gereja yang sebagian besar berasal dari abad ke-19. Renovasi tersebut baru dapat dilaksanakan setelah tercapai kesepakatan antara tiga otoritas pengelola gereja, yakni Patriarkat Ortodoks Yunani, Custody of the Holy Land (Katolik), dan Patriarkat Armenia, setelah puluhan tahun mengalami kebuntuan.

Penggalian ini juga memperoleh izin resmi dari Otoritas Purbakala Israel (Israel Antiquities Authority/IAA), lembaga yang berwenang mengawasi penelitian arkeologi di wilayah tersebut.

Dalam wawancara dengan The Times of Israel (Maret 2025), Stasolla menjelaskan bahwa timnya menemukan bukti keberadaan tanaman zaitun dan anggur melalui analisis arkeobotani dan studi serbuk sari (pollen). Temuan tersebut berasal dari lapisan tanah yang berasal dari periode pra-Kristen.

“Kami mengidentifikasi area yang pernah dibudidayakan, dengan dinding batu rendah yang kemungkinan digunakan untuk menahan tanah pertanian. Ini menarik karena Injil Yohanes menyebut adanya taman di antara Kalvari dan makam,” ujar Stasolla.

Dalam Injil Yohanes 19:41 disebutkan: “Di tempat di mana Ia disalibkan ada suatu taman, dan dalam taman itu ada suatu kubur baru, di dalamnya belum pernah dimakamkan seorang pun.” Deskripsi ini selama berabad-abad menjadi bagian penting dari tradisi Kristen mengenai lokasi penyaliban dan pemakaman Yesus.

Secara historis, Gereja Makam Kudus diyakini berdiri di atas bukit Kalvari (Golgota) serta makam yang dipahat di batu. Gereja pertama dibangun pada abad ke-4 Masehi atas perintah Kaisar Konstantinus, penguasa Romawi pertama yang memeluk agama Kristen. Sebelum itu, kawasan tersebut diketahui merupakan tambang batu pada Zaman Besi (sekitar 1200–586 SM) yang kemudian dialihfungsikan menjadi area pemakaman.

Selain bukti kebun, tim arkeolog juga menemukan sejumlah artefak penting dari periode awal Kekristenan. Di antaranya adalah dasar marmer bundar di bawah aedicule—struktur kecil yang menaungi lokasi yang diyakini sebagai makam—yang diduga merupakan bagian dari monumenisasi awal pada masa Konstantinus.

Penemuan lain meliputi koin dari era Kaisar Constantius II (337–361 M) dan Valens (374–378 M), serta ratusan tulang hewan yang menunjukkan aktivitas konsumsi oleh peziarah dan komunitas religius sepanjang sejarah situs tersebut.

Menurut para peneliti, analisis lebih lanjut terhadap artefak ini masih berlangsung dan diperkirakan memerlukan waktu bertahun-tahun, termasuk pengujian radiokarbon terhadap sisa-sisa tanaman untuk memastikan usia pasti temuan.

Stasolla menekankan bahwa nilai utama penelitian ini tidak semata-mata untuk membuktikan satu peristiwa religius, melainkan untuk memahami lapisan sejarah panjang yang membentuk situs tersebut.

“Harta karun sebenarnya adalah sejarah manusia yang terekam di tempat ini—bagaimana iman diekspresikan dan diwariskan dari generasi ke generasi,” kata dia.

Sepanjang sejarahnya, Gereja Makam Kudus telah mengalami berbagai kerusakan dan pemugaran, termasuk akibat serangan pada abad ke-7 dan ke-11. Bentuk bangunan yang terlihat saat ini sebagian besar berasal dari periode Perang Salib pada abad ke-12.

Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh The Times of Israel pada 2025 dan kemudian mendapat perhatian luas dari berbagai media internasional, termasuk Popular Mechanics pada 2026. Sejumlah arkeolog, baik dari kalangan religius maupun sekuler, menilai penemuan ini penting dalam memberikan konteks historis yang lebih kaya bagi salah satu situs suci paling signifikan di dunia.

Meski demikian, para ahli juga mengingatkan bahwa bukti arkeologi memiliki keterbatasan dan tidak dapat digunakan untuk membuktikan mukjizat atau keyakinan keagamaan secara definitif. []

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Arkeolog Italia menemukan jejak kebun kuno berusia 2.000 tahun di bawah Gereja Makam Kudus Yerusalem. Temuan ini memperkuat deskripsi Injil Yohanes tentang taman di lokasi penyali…

Tags

Gereja Makam Kudus Yerusalem penemuan arkeologi makam Yesus Injil Yohanes Francesca Romana Stasolla Sapienza University arkeobotani Israel Antiquities Authority Konstantinus Golgota Church of the Holy Sepulchre

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600