Berita

Hubungan Kompleks Trump dengan Kekristenan Mengemuka Lewat Pembacaan Alkitab di Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump membacakan ayat Alkitab dari Ruang Oval dalam acara “America Reads the Bible”. Simak analisis hubungan kompleksnya dengan kekristenan, kontroversi politik, dan feno…

Hubungan Kompleks Trump dengan Kekristenan Mengemuka Lewat Pembacaan Alkitab di Gedung Putih
Berita 23 April 2026 58 views

Ukuran font

100%
"Presiden AS Donald Trump membacakan ayat Alkitab dari Ruang Oval dalam acara “America Reads the Bible”. Simak analisis hubungan kompleksnya dengan kekristenan, kontroversi politik, dan fenomena nasionalisme Kristen di AS"

WASHINGTON, DC News — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah membacakan ayat Alkitab dari Ruang Oval dalam sebuah pesan video yang disiarkan secara daring, pertengahan April 2026. Aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan bertajuk America Reads the Bible, sebuah maraton pembacaan Alkitab selama sepekan yang digelar dalam rangka peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Dalam rekaman tersebut, Trump membacakan 2Tawarikh 7:14 yang berisi seruan pertobatan nasional—ayat yang kerap digunakan dalam wacana politik konservatif di AS sebagai simbol pemulihan moral bangsa. Acara ini melibatkan sekitar 500 pembaca dari kalangan politisi Partai Republik dan tokoh Kristen konservatif, termasuk Ketua DPR Mike Johnson, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta pemimpin evangelikal seperti Franklin Graham dan Paula White-Cain.

Penyelenggara acara, Bunni Pounds dari organisasi Christians Engaged, menyebut kegiatan ini sebagai upaya “mengajak bangsa kembali ke fondasi rohani”. Namun, sejumlah pengamat menilai acara tersebut sarat muatan politik dan mencerminkan menguatnya fenomena nasionalisme Kristen (Christian nationalism) di Amerika Serikat.

Kritik dan Kekhawatiran Nasionalisme Kristen

Sejumlah kalangan akademisi dan tokoh agama menyuarakan kritik. Sejarawan Jemar Tisby menilai penggunaan Alkitab dalam konteks politik berisiko memanipulasi ajaran agama untuk kepentingan kekuasaan. Sementara itu, pendeta progresif Doug Pagitt menekankan pentingnya konsistensi antara ajaran kitab suci dan tindakan nyata.

Kritik juga datang dari kelompok advokasi yang menyoroti keterlibatan organisasi konservatif yang memiliki rekam jejak menolak kebijakan anti-diskriminasi terhadap komunitas LGBTQ+. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa simbol agama digunakan untuk membingkai agenda politik tertentu.

Relasi Trump dan Iman Kristen Dipertanyakan

Hubungan pribadi Trump dengan kekristenan telah lama menjadi perdebatan. Dalam kampanye 2016, ia menyebut Alkitab sebagai buku favoritnya, tetapi kesulitan mengutip ayat tertentu. Ia juga beberapa kali menuai kritik karena pernyataan dan tindakannya yang dianggap tidak mencerminkan praktik keagamaan yang lazim, seperti tidak pernah secara terbuka mengakui pertobatan atau kesalahan dalam terminologi keagamaan.

Meski demikian, dukungan dari pemilih evangelikal tetap kuat. Data exit poll menunjukkan lebih dari 80 persen pemilih evangelikal kulit putih mendukung Trump pada Pemilu 2024. Hal ini menunjukkan adanya keterikatan politik yang kuat, meskipun terdapat perdebatan mengenai aspek teologis maupun etis.

Tren Penurunan Afiliasi Kristen

Fenomena ini terjadi di tengah tren penurunan afiliasi keagamaan di Amerika Serikat. Laporan Pew Research Center mencatat persentase warga yang mengidentifikasi diri sebagai Kristen menurun dari sekitar 78 persen pada 2007 menjadi 62 persen pada 2024.

Namun, Trump justru kerap mengklaim adanya kebangkitan iman di tengah masyarakat, sebuah narasi yang dinilai sebagian analis sebagai strategi politik untuk mempertahankan basis pemilih religius.

Kontroversi Tambahan

Pembacaan Alkitab tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari kontroversi lain yang melibatkan Trump, termasuk unggahan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkannya menyerupai sosok Yesus, serta kritiknya terhadap Paus Leo XIV. Langkah-langkah ini menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk komunitas Katolik dan pemimpin agama progresif.

Di sisi lain, sejumlah tokoh evangelikal di lingkaran Trump tetap memberikan dukungan penuh dan bahkan menafsirkan kebijakan politiknya dalam kerangka perjuangan spiritual.

Ketegangan Iman dan Politik

Para sejarawan umumnya menolak klaim bahwa Amerika Serikat didirikan sebagai negara Kristen. Konstitusi AS secara tegas memisahkan agama dan negara. Namun, penggunaan simbol dan retorika keagamaan dalam kebijakan publik menunjukkan adanya pergeseran yang semakin terlihat dalam lanskap politik modern Amerika.

Dengan demikian, pembacaan Alkitab oleh Trump tidak sekadar menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga mencerminkan dinamika kompleks antara iman, kekuasaan politik, dan identitas nasional di Amerika Serikat yang kian terpolarisasi. []

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Presiden AS Donald Trump membacakan ayat Alkitab dari Ruang Oval dalam acara “America Reads the Bible”. Simak analisis hubungan kompleksnya dengan kekristenan, kontroversi politik…

Tags

Donald Trump Amerika Serikat Kekristenan Alkitab Nasionalisme Kristen Evangelikal Gedung Putih America 250 Politik AS Pew Research Center Paus Leo XIV Mike Johnson Pete Hegseth

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600