"Arkeolog Mesir temukan patung raksasa 6 ton Ramses II di Delta Nil. Firaun yang disebut-sebut menantang Musa dalam Kisah Exodus? Penemuan sensasional ini menghebohkan dunia arkeologi dan Alkitab"
KAIRO – Sebuah penemuan arkeologi yang luar biasa kembali mengguncang dunia. Fragmen patung raksasa seberat 5-6 ton, diduga menggambarkan Ramses II – Firaun paling kuat yang kerap dikaitkan dengan kisah Musa dalam Kitab Keluaran – berhasil diungkap di situs Tel Faraoun, Sharqia Governorate, Mesir timur laut Kairo.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada 22 April 2026, patung yang sudah rusak ini (hanya tersisa bagian kaki dan alas) berasal dari era Kerajaan Baru. Patung ini kemungkinan besar dipindahkan dari ibu kota Pi-Ramesses yang legendaris dan digunakan kembali di kompleks religius kuno. Ukuran dan bobotnya yang monumental menegaskan kembali kejayaan Ramses II, penguasa yang memerintah hampir tujuh dekade dan meninggalkan jejak monumen raksasa di seantero Mesir.
Bagi jutaan pemeluk agama Abraham, penemuan ini langsung menyulut spekulasi liar. Ramses II kerap disebut sebagai kandidat utama “Firaun yang mengeraskan hati” dan menolak melepaskan Bani Israel, sehingga memicu sepuluh tulah dan peristiwa Exodus yang dramatis. Meski Alkitab tidak menyebut nama Firaun secara eksplisit, referensi pembangunan kota Raamses oleh budak Ibrani (Keluaran 1:11) selalu mengarah pada era Ramses II di abad ke-13 SM.
Namun, para ahli sejarah menegaskan: ini bukan bukti mutlak. Identitas Firaun Exodus tetap menjadi misteri besar. Beberapa sarjana justru mengusulkan Amenhotep II (abad ke-15 SM) sebagai kandidat yang lebih pas berdasarkan kronologi Alkitab. Penemuan ini lebih tepat dilihat sebagai bukti penting aktivitas kerajaan di wilayah Delta Nil – zona yang sama sekali relevan dengan narasi keluaran umat Israel.
Penemuan ini menyusul serangkaian temuan spektakuler lain di Mesir, termasuk benteng era Kerajaan Baru di jalur militer Horus yang disebut dalam konteks Exodus. Pihak berwenang Mesir langsung memindahkan artefak ke fasilitas penyimpanan untuk restorasi mendesak sesuai standar ilmiah tertinggi.
Apakah ini sekadar patung biasa, ataukah petunjuk baru yang mendekatkan kita pada salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah umat manusia? Arkeologi terus menggali, dan perdebatan antara sains, sejarah, serta iman semakin memanas. Dunia menanti: apakah rahasia Firaun yang “tidak mau melepaskan umatku” akan terungkap sepenuhnya? []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.