"Roket Hizbullah hantam sisa gereja Bizantium 1.500 tahun di Nahariya, Israel (10/4/2026). Mozaik kuno seluas 500 m² selamat meski struktur pelindung rusak. Baca laporan lengkap beserta sejarah situs berharga ini dari sumber kredibel IAA"
NAHARIYA, DC News – Sebuah roket yang diluncurkan dari Lebanon dilaporkan menghantam situs sisa gereja Bizantium berusia sekitar 1.500 tahun di Nahariya, Israel utara, Jumat (10/4/2026).
Otoritas Barang Antik Israel (Israel Antiquities Authority/IAA) memastikan bahwa serangan tersebut merusak struktur pelindung modern yang dibangun pada 2022. Namun, lantai mozaik kuno yang menjadi bagian utama situs tidak mengalami kerusakan.
“Penilaian di lapangan menunjukkan bahwa mozaik tertutup puing-puing dari struktur modern yang melindunginya, tetapi tidak mengalami kerusakan,” kata juru bicara IAA, dikutip dari The Times of Israel dan Jerusalem Post.
Tim arkeolog dan konservator bersama perwakilan pemerintah daerah serta Otoritas Pajak Properti telah melakukan inspeksi langsung di lokasi pada Minggu (13/4/2026).
Situs tersebut berada di kawasan Katznelson, Nahariya, dan pertama kali ditemukan secara tidak sengaja pada 1964 saat pembangunan sekolah. Gereja tersebut diperkirakan berasal dari sekitar tahun 550 Masehi dan hancur akibat invasi Persia Sasanian pada 614 Masehi.
Temuan arkeologis menunjukkan adanya jejak kebakaran hebat, termasuk noda hangus dan timah yang meleleh. Lantai mozaik di lokasi itu menampilkan beragam warna dan motif, seperti gambar hewan, tumbuhan, figur manusia, serta simbol-simbol Kristen.
Di sekeliling lantai terdapat sekitar 100 medalion, dengan sebagian besar masih dalam kondisi utuh. Bagian tengahnya dihiasi motif roset yang membentuk ilusi optik tiga dimensi.
Prasasti berbahasa Yunani Kuno di lokasi menyebutkan bahwa gereja tersebut dibangun oleh seorang uskup agung dari wilayah Tyre, yang kini termasuk Lebanon. Situs ini juga diketahui berdiri di atas reruntuhan yang lebih tua, diperkirakan berusia hingga 4.500 tahun.
IAA sebelumnya melakukan restorasi selama dua tahun sebelum membuka situs tersebut untuk umum pada 2022. Saat itu, pemerintah kota Nahariya menyebutnya sebagai salah satu warisan sejarah penting di wilayah tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan utara Israel. Meski gencatan senjata antara Iran dan Israel telah diberlakukan, serangan roket dari kelompok Hizbullah masih dilaporkan terjadi di wilayah Galilea.
Insiden tersebut kembali menyoroti kerentanan situs warisan budaya di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Pihak berwenang Israel menyatakan tengah mempertimbangkan langkah perbaikan terhadap struktur pelindung guna menjaga keberlanjutan konservasi sekaligus akses publik ke situs tersebut. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.