"Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC) mendesak Gereja-Gereja di Asia memprioritaskan misi pastoral keluarga di tengah krisis relasi, tantangan digital, dan perubahan sosial modern"
PENANG, DC News — Gereja-Gereja Katolik di Asia didesak untuk menjadikan pendampingan keluarga sebagai prioritas utama misi pastoral di tengah meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, dan budaya modern yang dinilai mengancam ketahanan keluarga Kristen.
Seruan itu mengemuka dalam rangkaian agenda Federasi Konferensi Waligereja Asia atau Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC), ketika para pemimpin Gereja Asia menilai keluarga kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding satu dekade lalu.
FABC menegaskan bahwa Gereja di Asia perlu membangun strategi jangka panjang untuk memperkuat pastoral keluarga melalui pendekatan yang lebih partisipatif dan sinodal. Pendekatan itu menempatkan umat, keluarga muda, kaum awam, dan generasi muda sebagai bagian aktif dalam kehidupan Gereja.
Para pemimpin Gereja Asia menilai perubahan sosial yang cepat, urbanisasi, migrasi tenaga kerja, tekanan ekonomi, serta budaya digital telah menciptakan keretakan baru dalam relasi keluarga.
Selain itu, Gereja juga menyoroti meningkatnya tantangan dalam mempertahankan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan iman di tengah derasnya pengaruh media sosial dan budaya individualisme.
“Gereja tidak bisa lagi hanya hadir secara seremonial. Pendampingan keluarga harus menjadi pusat perhatian pastoral,” demikian semangat yang mengemuka dalam forum Gereja Asia tersebut.
Dorongan itu sejalan dengan agenda besar FABC bertema The Great Pilgrimage of Hope 2025 yang digelar di Penang, Malaysia. Agenda tersebut mempertemukan ratusan delegasi Katolik dari berbagai negara Asia untuk membahas masa depan Gereja di kawasan paling beragam di dunia.
FABC juga menekankan pentingnya model Gereja yang lebih sinodal, yakni Gereja yang mendengarkan umat, membangun dialog, dan bergerak bersama menghadapi tantangan zaman.
Dalam beberapa tahun terakhir, FABC memang semakin aktif mengangkat isu keluarga, kaum muda, komunikasi digital, hingga dialog budaya sebagai fokus utama evangelisasi di Asia.
Asia dipandang memiliki tantangan unik bagi Gereja Katolik karena umat hidup di tengah masyarakat multikultural, pluralisme agama, serta perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
Para uskup Asia berharap keluarga tetap menjadi fondasi utama pewartaan iman di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.
(Sumber: Herald Malaysia, UCA News, FABC, LiCAS News, Crux)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.