Berita

Situs Alkitab Terungkap! Kompleks Ritual Air Raksasa Ditemukan di Pelusium

Penemuan kompleks ritual air kuno di Pelusium, Mesir, mengungkap praktik keagamaan dan percampuran budaya sejak era Helenistik hingga Bizantium, serta kaitannya dengan Kitab Yehezkiel

Situs Alkitab Terungkap! Kompleks Ritual Air Raksasa Ditemukan di Pelusium
Berita 29 April 2026 66 views

Ukuran font

100%
"Penemuan kompleks ritual air kuno di Pelusium, Mesir, mengungkap praktik keagamaan dan percampuran budaya sejak era Helenistik hingga Bizantium, serta kaitannya dengan Kitab Yehezkiel"

KAIRO, DC News — Tim arkeolog Mesir menemukan kompleks ritual air berbentuk bundar berukuran besar di situs kota kuno Pelusium, Tell el-Farama, Sinai Utara. Struktur yang diperkirakan berusia lebih dari 2.200 tahun ini menjadi salah satu temuan penting yang memperlihatkan praktik keagamaan sekaligus percampuran budaya di kawasan Delta Nil timur pada periode Helenistik hingga Bizantium.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengungkapkan, kompleks tersebut berpusat pada sebuah kolam (basin) melingkar berdiameter sekitar 35 meter yang dibangun dari bata merah. Kolam ini terhubung dengan cabang Sungai Nil Pelusiac—jalur air purba yang kini telah mengering—dan dilengkapi sistem saluran yang memungkinkan sirkulasi air secara terkontrol.

Air yang mengisi kolam diduga bercampur dengan lumpur (silt) dari sungai, yang memiliki makna simbolis dalam pemujaan dewa lokal Pelusius. Nama dewa tersebut diyakini berasal dari bahasa Yunani pelos, yang berarti lumpur atau tanah liat—unsur yang dalam kosmologi kuno Mesir kerap dikaitkan dengan kesuburan dan penciptaan.

Di bagian tengah kolam ditemukan podium berbentuk persegi yang diduga menjadi tempat berdirinya patung atau objek kultus. Berdasarkan analisis arkeologis, kompleks ini digunakan secara berkelanjutan sejak abad ke-2 sebelum Masehi hingga abad ke-6 Masehi, dengan perubahan struktural yang relatif minimal.

Temuan ini awalnya tidak langsung dikenali sebagai situs keagamaan. Pada tahap awal penggalian pada 2019, struktur melengkung yang ditemukan sempat diduga sebagai bagian dari bangunan sipil, seperti balai pertemuan atau fasilitas publik. Namun, penelitian lanjutan mengungkap fungsi ritualnya yang berkaitan dengan praktik pemujaan berbasis air—sebuah elemen penting dalam tradisi religius Mesir kuno maupun dunia Mediterania.

Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Sherif Fathy, menyatakan bahwa penemuan ini menegaskan nilai strategis dan arkeologis Sinai Utara. “Wilayah ini masih menyimpan banyak situs menjanjikan yang belum terungkap,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Senada dengan itu, Hisham El-Leithy dari Dewan Tertinggi Purbakala Mesir menilai desain kompleks ini mencerminkan perpaduan arsitektur Mesir kuno dengan pengaruh Yunani dan Romawi. Hal ini memperkuat pandangan bahwa Pelusium merupakan kota kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam jaringan perdagangan dan budaya dunia kuno.

Secara historis, Pelusium dikenal sebagai kota pelabuhan sekaligus benteng pertahanan utama di perbatasan timur laut Mesir. Dalam catatan sejarawan klasik seperti Herodotus dan Strabo, kota ini disebut sebagai “gerbang Mesir” karena posisinya yang strategis di jalur masuk Delta Nil. Pada masa Romawi, Pelusium juga berfungsi sebagai pusat administrasi dan bea cukai.

Menariknya, sejumlah kajian biblika mengaitkan Pelusium dengan kota “Sin” yang disebut dalam Kitab Yehezkiel 30:15 dalam Alkitab Ibrani. Identifikasi ini telah muncul sejak terjemahan Yunani Septuaginta dan didukung oleh sejumlah studi modern tentang geografi Alkitab (misalnya dalam kajian oleh Anchor Bible Dictionary dan Cambridge Bible Commentary). Ayat tersebut menyebutkan, “Aku akan mencurahkan murka-Ku ke atas Sin, benteng Mesir.”

Penemuan kompleks ritual ini memberikan konteks arkeologis baru bagi pemahaman kehidupan religius di kota yang disebut dalam teks kuno tersebut. Selain itu, temuan ini juga memperkuat bukti interaksi budaya antara tradisi Mesir, Yunani, dan Romawi di kawasan tersebut.

Sejumlah pakar arkeologi Mesir, termasuk dari Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities dan publikasi seperti Journal of Egyptian Archaeology, menilai bahwa praktik ritual berbasis air seperti ini tidak hanya memiliki fungsi religius, tetapi juga simbolik dalam siklus kehidupan, kematian, dan regenerasi.

Penelitian di situs Pelusium masih terus berlangsung. Para arkeolog berharap penggalian lanjutan dapat mengungkap lebih banyak struktur dan artefak yang dapat memperkaya pemahaman tentang peran kota ini dalam sejarah kawasan Timur Dekat kuno. []

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Penemuan kompleks ritual air kuno di Pelusium, Mesir, mengungkap praktik keagamaan dan percampuran budaya sejak era Helenistik hingga Bizantium, serta kaitannya dengan Kitab Yehez…

Tags

Pelusium arkeologi Mesir ritual air kuno Sinai Utara Yehezkiel Alkitab sejarah Mesir Helenistik Bizantium penemuan arkeologi

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600