"Presiden AS Donald Trump akan membacakan Kitab 2Tawarikh dalam acara nasional “America Reads the Bible” dari Ruang Oval. Simak detail pesan pemulihan bangsa di tengah kontroversi politik yang menyertainya."
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan berpartisipasi dalam acara pembacaan Alkitab nasional bertajuk “America Reads the Bible”. Dalam acara yang berlangsung selama sepekan tersebut, Trump akan membacakan ayat-ayat dari Kitab 2Tawarikh melalui pesan video yang direkam langsung dari Ruang Oval Gedung Putih.
Partisipasi Trump ini merupakan bagian dari inisiatif besar untuk memperingati 250 tahun pengaruh Alkitab di Amerika Serikat. Penyelenggara acara, Bunni Pounds yang merupakan pendiri organisasi Christians Engaged, menyatakan bahwa bagian 2Tawarikh 7:11-22 sengaja dipesan khusus untuk sang Presiden karena maknanya yang mendalam bagi sejarah spiritual bangsa tersebut.
“Kami membutuhkan sosok istimewa untuk membacakan pasal ini. Ini adalah pesan kritis bagi tubuh Kristus dan seluruh negeri,” ujar Pounds dalam wawancaranya dengan media setempat.
Pesan Pemulihan Bangsa
Ayat yang akan dibacakan Trump, khususnya 2Tawarikh 7:14, merupakan salah satu ayat yang paling sering dikutip dalam konteks doa nasional di AS: “...dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
Langkah ini diambil di tengah upaya pemerintahan Trump untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam urusan resmi pemerintahan. Menurut laporan CNN, sejumlah pejabat tinggi kabinet juga dijadwalkan akan ikut serta, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Perumahan Scott Turner.
Kontroversi dan Momentum Politik
Keikutsertaan Trump dalam acara ini tidak lepas dari sorotan publik. Pekan lalu, sang Presiden sempat menuai kritik luas setelah terlibat perselisihan terbuka dengan Pemuka Agama atas kebijakan luar negeri terkait konflik Iran. Selain itu, ia juga baru saja menghapus unggahan gambar di media sosial yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan dirinya dengan citra menyerupai figur religius.
Pengamat politik dari Syracuse University, Margaret Susan Thompson, menilai penggunaan ayat-ayat Alkitab ini sering kali dipandang oleh kelompok Evangelis sebagai pembenaran atas panggilan Tuhan untuk memberkati bangsa. “Bagi banyak pendukungnya, ini adalah simbol kembalinya nilai-nilai tradisional di jantung pemerintahan,” katanya.
Acara “America Reads the Bible” sendiri berlangsung di Museum of the Bible, Washington D.C., mulai 19 hingga 25 April. Sebanyak hampir 500 tokoh dari berbagai latar belakang—termasuk anggota Kongres, gubernur, hingga figur Hollywood—akan bergantian membacakan seluruh isi Alkitab dari Kitab Kejadian hingga Wahyu.
Momen pembacaan oleh Trump direncanakan akan ditayangkan pada Selasa malam pukul 18.00 waktu setempat, yang diharapkan menjadi puncak dari rangkaian acara peringatan tersebut. []
Editor: OYR
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.