Berita

UKSW Perkuat Dialog Kristen-Muslim dan Kerukunan Antaragama

UKSW meluncurkan CSR-CMR sebagai pusat unggulan dialog Kristen-Muslim. Bersama Kemenag, kampus ini dorong kerukunan antaragama dan gelar INSPIRE 2026

UKSW Perkuat Dialog Kristen-Muslim dan Kerukunan Antaragama
Berita 24 April 2026 48 views

Ukuran font

100%
"UKSW meluncurkan CSR-CMR sebagai pusat unggulan dialog Kristen-Muslim. Bersama Kemenag, kampus ini dorong kerukunan antaragama dan gelar INSPIRE 2026"

SALATIGA, DC News — Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) resmi meluncurkan Center of Excellence Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) di kampusnya di Salatiga, Kamis (16/4/2026). Kehadiran pusat studi ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat dialog lintas agama dan membangun kehidupan yang lebih damai di tengah kemajemukan Indonesia.

Peluncuran CSR-CMR menjadi bagian dari rangkaian International Seminar and Inauguration of CSR-CMR and INSPIRE 2026. Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement antara CSR-CMR dan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya kolaborasi.

INSPIRE 2026 (International Symposium on Peace, Integrity, and Responsiveness to Ecotheology) dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 8–10 September 2026. Kementerian Agama menyebut simposium ini sebagai agenda internasional pertama PKUB, yang akan diikuti call for papers serta roadshow ke sejumlah perguruan tinggi.

Ketua CSR-CMR, Dr. Sumanto Al Qurtuby, mengatakan bahwa pendirian pusat ini berangkat dari realitas relasi antaragama di Indonesia yang masih menghadapi tantangan, mulai dari prasangka hingga konflik sosial.

“Indonesia memang kaya akan keberagaman agama, tetapi relasinya tidak selalu harmonis. Melalui pusat ini, kami ingin mendorong dialog yang konstruktif dan mengurangi potensi konflik,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai universitas berbasis Kristen, UKSW memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang inklusif. Nilai kasih, keadilan, dan keterbukaan, menurutnya, harus diwujudkan dalam praktik akademik dan sosial.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy, menilai kehadiran CSR-CMR menandai fase baru peran kampus dalam isu global.

“UKSW tidak hanya berkomitmen pada keadilan dan perdamaian di tingkat nasional, tetapi juga ingin berkontribusi pada relasi global yang harmonis antara komunitas Kristen dan Muslim,” kata Yafet.

Sementara itu, Kepala PKUB Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kerukunan. Ia menyebut dialog dan silaturahmi sebagai fondasi utama.

“Sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat menjadi kunci dalam merawat kerukunan,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa INSPIRE 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk pemutaran film bertema toleransi dalam bahasa Inggris dan Arab di sejumlah kampus.

Sebagai Center of Excellence, CSR-CMR dirancang tidak hanya sebagai pusat kajian, tetapi juga sebagai ruang riset, publikasi akademik, pelatihan, serta living laboratory untuk praktik dialog antaragama. Pusat ini telah menjalin kemitraan dengan sejumlah lembaga, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prince Alwaleed Bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding di Georgetown University, serta Oxford Centre for Muslim-Christian Studies.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 (pendidikan berkualitas), 16 (perdamaian dan keadilan), dan 17 (kemitraan global).

Ketua Dewan Penasehat CSR-CMR, Prof. (HC) Willi Toisuta, mengingatkan pentingnya relevansi kajian agama dengan isu-isu kontemporer. Ia menilai pusat ini perlu turut merespons perkembangan seperti kecerdasan buatan dan dinamika peradaban global.

Dukungan terhadap pendirian CSR-CMR juga datang dari akademisi lintas agama. Prof. Fatimah Husein dari UIN Sunan Kalijaga dan Dr. Samsul Ma’arif dari Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) menekankan pentingnya pendekatan studi agama yang transformatif dan berorientasi pada keadilan sosial.

Sebagai kampus yang dikenal dengan sebutan “Indonesia Mini” karena keragaman mahasiswanya, UKSW dinilai memiliki posisi strategis dalam mempromosikan toleransi. Kehadiran CSR-CMR diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional kerukunan umat beragama sekaligus berkontribusi pada perdamaian global. []

Editor: OYR

Bagikan Artikel

UKSW meluncurkan CSR-CMR sebagai pusat unggulan dialog Kristen-Muslim. Bersama Kemenag, kampus ini dorong kerukunan antaragama dan gelar INSPIRE 2026

Tags

UKSW CSR-CMR dialog antaragama kerukunan umat beragama Kementerian Agama INSPIRE 2026 Salatiga Christian Muslim Relations Sumanto Al Qurtuby PKUB BRIN Georgetown University Oxford Centre for Muslim-Christian

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600