Berita

Bintang Aladdin Jadi Nabi Daniel: Mengapa Film Epik Ini Bikin Gempar Generasi Muda?

Mena Massoud beralih dari Aladdin ke film epik biblika “Daniel and the Fiery Furnace”. Simak pesan tajam sang aktor untuk generasi muda di tengah gempuran distraksi digital.

Bintang Aladdin Jadi Nabi Daniel: Mengapa Film Epik Ini Bikin Gempar Generasi Muda?
Berita 9 September 2026 75 views

Ukuran font

100%
"Mena Massoud beralih dari Aladdin ke film epik biblika “Daniel and the Fiery Furnace”. Simak pesan tajam sang aktor untuk generasi muda di tengah gempuran distraksi digital."

LOS ANGELES, DC News — Publik terbiasa melihat Mena Massoud berlari melompati atap-atap kota fiksi Agrabah dengan rompi ungu dan karpet terbang dalam film musikal Aladdin (2019). Namun, dalam proyek layar lebar terbarunya, aktor berusia 34 tahun ini mengambil haluan yang jauh lebih kontemplatif sekaligus penuh risiko. Massoud memerankan figur Nabi Daniel muda dalam drama epik sejarah bertajuk Daniel and the Fiery Furnace.

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop AS mulai 18 September 2026 ini—di Indonesia dijadwalkan pada 23 September 2026—bukan sekadar adaptasi kisah Kitab Suci. Bagi Massoud, narasi penolakan pemuda buangan terhadap hegemoni penguasa Babel menyuarakan kegelisahan moral yang sangat dekat dengan realitas generasi muda saat ini: pertarungan mempertahankan integritas diri di tengah derasnya arus distraksi dan kompromi sosial.

“Saya tumbuh besar di Gereja Koptik, terbiasa melakoni drama-drama gereja sejak kecil. Bisa mengangkat narasi ini ke tingkat layar lebar profesional adalah impian yang menjadi kenyataan,” tutur Massoud dalam wawancara bersama Movieguide.

Mengambil latar penaklukan Yerusalem oleh bala tentara Babel di bawah Raja Nebukadnezar, film berdurasi 108 menit ini menyoroti pergulatan batin Daniel dan tiga sahabatnya—Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Kisah ini mencapai kulminasinya pada peristiwa pembangkangan sipil terhadap dekret penyembahan berhala kaisar, yang berujung pada vonis eksekusi di dalam tanur api yang menyala-nyala.

Massoud menilai, keteguhan karakter pemuda dalam menghadapi konsekuensi maut menyimpan pesan substansial bagi generasi masa kini.

“Kisah ini berfokus pada keteguhan anak-anak muda memegang prinsip. Menjadi sangat penting bagi generasi muda masa kini untuk menyaksikan teladan ini, terutama di era ketika godaan, tekanan sosial, dan distraksi mengepung dari segala penjuru,” ujar aktor keturunan Mesir-Kanada tersebut.

Gerakan Urun Dana dan Kehati-hatian Sejarah

Dari sisi dapur produksi, Daniel and the Fiery Furnace merefleksikan tren independensi baru di Hollywood. Dipimpin oleh duo sutradara Daniel dan Matthew Kooman (Kooman Brothers), film dengan klasifikasi usia PG-13 ini didanai melalui urun dana yang berhasil mengumpulkan 1,2 juta dolar AS (setara Rp 18,5 miliar) dari publik dan komunitas penonton.

Langkah ini menunjukkan kian menguatnya pasar film bertema iman dan etika sejarah, mengikuti jejak serial global The Chosen. Menariknya, film ini juga melibatkan Elijah Alexander, aktor yang memerankan tokoh sentral Romawi di The Chosen.

Sutradara Daniel Kooman mengakui, menggarap adaptasi teks kuno memerlukan disiplin akademis dan teologis yang ketat. Proses penulisan naskah didampingi oleh panel teolog, sejarawan peradaban Timur Tengah Kuno, serta pemuka agama guna menjaga kepatutan konteks.

“Menggarap narasi sakral ini ibarat berjalan di atas tali tipis. Kami harus memperlakukannya dengan rasa hormat mendalam. Pada beberapa adegan krusial, kami sengaja mempertahankan kutipan teks kitab suci secara kata per kata (verbatim),” jelas Kooman.

Ia menambahkan, kisah keteguhan di hadapan ancaman perapian Babel ratusan abad silam bukan semata dongeng heroisme masa lalu, melainkan refleksi universal tentang keberanian bersikap ketika seluruh sistem menuntut penyeragaman.

Di tengah lanskap sinema komersial yang kerap didominasi fiksi spekulatif dan waralaba pahlawan super, kehadiran Massoud dalam balutan linen kuno Babel menawarkan tesis berbeda: bahwa keteguhan moral seorang pemuda terkadang menghasilkan drama yang jauh lebih memikat daripada efek visual magis.

(Sumber rujukan: Movieguide, The Christian Post, Fandango, daniel.movie)

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Mena Massoud beralih dari Aladdin ke film epik biblika “Daniel and the Fiery Furnace”. Simak pesan tajam sang aktor untuk generasi muda di tengah gempuran distraksi digital.

Tags

Mena Massoud Daniel and the Fiery Furnace Film Biblika Sinopsis Daniel and the Fiery Furnace The Chosen Aktor Aladdin Film Religi 2026 Kooman Brothers Bioskop Hollywood Tren Film Berbasis Iman

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600