"Playdate rutin dinilai lebih efektif dibanding latihan akademik dalam mempersiapkan anak masuk sekolah. Psikolog dan penelitian ilmiah menekankan pentingnya keterampilan sosial sejak dini"
London, DC News — Orang tua yang tengah mempersiapkan anak usia 4–6 tahun memasuki sekolah disarankan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik awal seperti membaca dan berhitung. Psikolog keluarga klinis asal Inggris, Dr. Martha Deiros Collado, menekankan pentingnya playdate atau waktu bermain bersama teman sebaya sebagai fondasi kesiapan anak bersekolah.
Menurut Martha, interaksi sosial dalam playdate berfungsi sebagai “ruang latihan mini” bagi anak untuk mengembangkan keterampilan hidup yang esensial. Anak belajar bergiliran, berempati, berkomunikasi, hingga menyelesaikan konflik sederhana secara alami.
“Berbagai studi menunjukkan bahwa pengalaman bermain dengan teman sebaya pada usia dini berkorelasi positif dengan kemampuan sosial dan penerimaan anak di lingkungan sekolah,” ujar Martha, dikutip dari Daily Express, 16 April 2026.
Temuan tersebut sejalan dengan survei terhadap 2.500 orang tua anak usia 3–7 tahun di tiga negara. Hasilnya, sebanyak 81 persen responden mengatur playdate setidaknya sebulan sekali. Dua pertiga di antaranya menilai kegiatan tersebut meningkatkan rasa percaya diri anak dalam bersosialisasi.
Di lingkungan kelas, anak dituntut untuk berbagi ruang, menunggu giliran, dan mengelola konflik kecil. Playdate dinilai memberi kesempatan bagi anak untuk melatih kemampuan tersebut sebelum menghadapi situasi nyata di sekolah.
Martha menegaskan, playdate tidak harus berjalan tanpa hambatan. Justru, momen perselisihan kecil dan frustrasi menjadi bagian penting dalam proses belajar sosial anak.
Survei yang dipesan BBC Studios itu juga mengungkap aktivitas favorit anak saat playdate, antara lain bermain bebas di luar ruangan (77 persen), kegiatan kreatif seperti menggambar dan kerajinan tangan (64 persen), serta permainan imajinatif (53 persen). Selain bermanfaat bagi anak, playdate juga memperluas jejaring sosial orang tua—39 persen responden mengaku menjalin pertemanan baru, sementara 36 persen merasakan peningkatan kualitas kehidupan sosial.
Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari tantangan. Sekitar 42 persen orang tua mengaku kesulitan mencocokkan jadwal, 32 persen merasa belum mengenal orang tua lain, dan 21 persen canggung untuk memulai interaksi.
Panduan Pemerintah: Kesiapan Sekolah Bukan Sekadar Akademik
Sejalan dengan temuan tersebut, Pemerintah Inggris melalui Department for Education meluncurkan panduan “Preparing for School” pada 16 April 2026. Panduan ini menegaskan bahwa kesiapan sekolah tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari aspek sosial-emosional dan kemandirian anak.
Dalam panduan tersebut, terdapat sejumlah keterampilan dasar yang dianjurkan untuk dilatih di rumah, antara lain kemampuan merawat diri, berkomunikasi, mengikuti instruksi, hingga berinteraksi dengan orang lain. Beberapa aspek yang ditekankan—seperti kemampuan berbagi, memahami perasaan, dan bersosialisasi—selaras dengan manfaat yang diperoleh melalui playdate.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pengasuh anak guna memastikan transisi yang lebih mulus saat anak memasuki jenjang pendidikan formal.
Didukung Penelitian Ilmiah
Sejumlah penelitian memperkuat pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan anak. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan laporan American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa permainan bebas bersama teman sebaya berkontribusi pada peningkatan empati, regulasi emosi, dan kemampuan memecahkan masalah.
Psikolog pendidikan yang menulis di Psychology Today (2024) juga menekankan bahwa melalui interaksi bermain, anak belajar memahami bahasa tubuh, membaca situasi sosial, serta menegosiasikan perbedaan—kemampuan yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran akademik atau penggunaan perangkat digital.
Dengan demikian, kombinasi antara playdate rutin dan latihan keterampilan sehari-hari dinilai sebagai pendekatan yang lebih komprehensif dalam mempersiapkan anak menghadapi lingkungan sekolah. Pendekatan ini membantu anak memasuki fase pendidikan formal dengan rasa percaya diri yang lebih kuat. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.