Warta GKRIDC Ed. 010 | 17-24 Aug 2025

Hidup dalam Kebenaran dan Kasih
“Inilah kasih itu, yaitu kita harus hidup menurut perintah-Nya. Inilah perintah itu, yaitu kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar sejak semula” (2Yohanes 6 – TB2)
Dalam bahasa Yunani, frasa “hidup menurut perintah-Nya” diterjemahkan dari peripatōmen kata tas entolas autou, yang secara harfiah berarti “berjalan menurut perintah-Nya”. Suatu istilah yang lazim di kalangan Yudaisme berbicara tentang petunjuk dan arah hidup berdasarkan “hukum” atau mitswōth.
Para guru-guru agama Yahudi menyebutkan ada 613 mitswōth dalam Taurat, yang harus diikuti oleh orang-orang Yahudi untuk mencapai kesempurnaan Taurat (tsaddīq). Namun, oleh Tuhan Yesus, seluruh mitswōth itu dirangkum menjadi dua, “kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia” (bdk. Mat. 22: 36-40). Itulah dasar yang kemudian diungkapkan dalam nats kita hari ini, bahwa perintah Allah yang terutama adalah “kasih” (agapē).
Di atas dasar kasih inilah kita meletakkan setiap keputusan dan tindakan kita sebagai orang-orang percaya, sebagaimana telah diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri, yang telah datang sebagai manusia. Kemanusiaan Kristus menjadi role model bagi kita, sehingga pencapaian tertinggi kita dalam kehidupan beragama kita adalah “menjadi seperti Yesus”. Bahkan penulis surat Yohanes menyebutkan hal itu sebagai “kewajiban” kita (bdk. 1Yoh. 2:6).
Jadi, apa pun yang mau kita pikirkan dan lakukan, hendaknya dimulai dengan bertanya, “apakah pikiran kita ataukah tindakan kita ini berkenan di hati Kristus?”. Artinya damai sejahtera Kristuslah yang memerintah dalam hati kita (bdk. Kol. 3:15), sehingga kita memiliki “pikiran Kristus” (noun Khristou) (bdk. 1Kor. 2:16). Amin!
KASIH ADALAH TUNDUK PADA PERINTAH, DAN PERINTAH ITU ADALAH HIDUP DALAM KASIH
Selamat Ulang Tahun
-
10Andriana H. Sine
-
11Agus Siahaan
-
11Imola Leonora
-
12Entelina Manurung
-
13Lamsehat Lubis
Mazmur 20:4
Berulang Tahun Minggu Ini
-
17Michelle Vanessa Sianturi
-
18Adelia Indah Permatasari
-
24Adelina Yusni Damayanti Sianturi






