Berita

Energi ‘Hijau’ yang Menyisakan Luka: Jeritan Warga NTT di Balik Proyek Panas Bumi

Dampak proyek panas bumi di NTT memicu konflik dan keresahan warga. Simak fakta terbaru soal geothermal: antara energi bersih dan ancaman bagi masyarakat lokal

Energi ‘Hijau’ yang Menyisakan Luka: Jeritan Warga NTT di Balik Proyek Panas Bumi
Berita 30 April 2026 51 views

Ukuran font

100%
"Dampak proyek panas bumi di NTT memicu konflik dan keresahan warga. Simak fakta terbaru soal geothermal: antara energi bersih dan ancaman bagi masyarakat lokal"

NTT, DC News – Di tengah ambisi besar Indonesia mengejar transisi energi bersih, suara warga dari pelosok Nusa Tenggara Timur justru mengungkap cerita berbeda: luka, ketakutan, dan kehilangan ruang hidup.

Sejumlah warga di Flores, Manggarai, hingga Ngada mengaku terdampak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Mereka menyebut proyek yang digadang-gadang sebagai energi ramah lingkungan itu justru memicu keresahan sosial dan ancaman ekologis.

Di Mataloko, Ngada, warga mengeluhkan semburan panas yang muncul di kebun dan dekat permukiman. Lahan pertanian yang sebelumnya produktif kini terancam rusak. “Kalau ini energi bersih, mengapa seperti ini?” keluh seorang warga.

Di wilayah lain seperti Wae Sano dan Poco Leok, penolakan warga semakin keras. Mereka khawatir proyek geothermal akan merusak sumber mata air, mengubah bentang alam, hingga memicu bencana geologi.

Lebih dari sekadar persoalan lingkungan, konflik sosial pun muncul. Warga merasa tidak dilibatkan secara penuh dalam pengambilan keputusan, bahkan beberapa aksi penolakan berujung ketegangan dengan aparat.

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Secara nasional, sejumlah proyek panas bumi juga dikaitkan dengan pencemaran lingkungan, konflik agraria, hingga insiden gas beracun yang menimbulkan korban jiwa.

Namun di sisi lain, pemerintah tetap mendorong geothermal sebagai solusi energi rendah emisi. Bahkan di Manggarai, sebagian warga mengaku merasakan manfaat ekonomi, mulai dari lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan.

Situasi ini memperlihatkan dilema besar: antara kebutuhan energi bersih dan keadilan bagi masyarakat lokal.

Para pengamat menilai, transisi energi tidak boleh mengorbankan warga. Tanpa pelibatan masyarakat dan perlindungan lingkungan yang kuat, proyek “hijau” justru berpotensi menjadi sumber konflik baru. []

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Dampak proyek panas bumi di NTT memicu konflik dan keresahan warga. Simak fakta terbaru soal geothermal: antara energi bersih dan ancaman bagi masyarakat lokal

Tags

geothermal NTT panas bumi Flores dampak PLTP Indonesia konflik energi terbarukan Mongabay Indonesia warga Poco Leok proyek panas bumi kontroversi transisi energi Indonesia lingkungan NTT energi hijau kontroversi

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600