"Yordania meresmikan universitas Kristen internasional pertama dengan dukungan Raja Abdullah II dan Patriark Yerusalem Theophilos III. Langkah ini disebut menjadi simbol toleransi dan perlindungan umat Kristen di Timur Tengah"
AMMAN, DC News — Yordania mencatat sejarah baru di Timur Tengah setelah meresmikan universitas Kristen internasional pertama di negara tersebut. Peresmian dilakukan langsung oleh Patriark Yerusalem Theophilos III bersama Raja Yordania Abdullah II.
Universitas bernama Baptism Site Orthodox International University itu dibangun di kawasan situs baptisan Yesus di Sungai Yordan, salah satu lokasi paling suci dalam tradisi Kristen dunia.
Langkah ini dinilai sebagai simbol kuat toleransi beragama di kawasan Timur Tengah yang selama bertahun-tahun dilanda konflik politik dan ketegangan sektarian.
Patriark Theophilos III menyebut dukungan Raja Abdullah II menjadi bukti nyata komitmen Yordania dalam melindungi keberadaan umat Kristen di Tanah Suci.
“Peran Raja Yordania menjamin perlindungan umat Kristen di Tanah Suci,” kata Theophilos III dalam pernyataannya.
Raja Abdullah II selama ini memang dikenal aktif menjaga situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem melalui peran Hashemite Custodianship, warisan historis keluarga kerajaan Yordania sejak 1924.
Pembangunan universitas tersebut juga dipandang sebagai upaya memperkuat eksistensi komunitas Kristen di Timur Tengah yang belakangan menghadapi tekanan akibat konflik berkepanjangan di kawasan.
Dalam sejumlah pernyataan terbaru, Patriark Theophilos III memperingatkan bahwa keberadaan umat Kristen di Yerusalem menghadapi ancaman serius akibat eskalasi konflik dan berbagai pembatasan di kota suci tersebut.
Universitas baru itu diharapkan menjadi pusat pendidikan internasional yang mempererat hubungan antaragama sekaligus memperkuat posisi Yordania sebagai simbol moderasi di Timur Tengah.
Selain menjadi pusat akademik, proyek ini juga diproyeksikan mendukung sektor wisata religi Yordania yang selama ini menjadi tujuan jutaan peziarah Kristen dari seluruh dunia.
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan, langkah Yordania membuka universitas Kristen internasional dinilai banyak pihak sebagai pesan penting tentang dialog, perdamaian, dan koeksistensi antarumat beragama.
(Sumber: Orthodox Times, Jordan Times, Abouna, Royal Hashemite Court)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.