"Paus Leo XIV bertemu Uskup Agung Canterbury Sarah Mullally di Vatikan, menekankan persatuan umat Kristen meski perbedaan doktrinal masih ada"
VATIKAN, DC NEWS — Paus Leo XIV menerima Uskup Agung Canterbury, Dame Sarah Mullally, dalam audiensi di Istana Apostolik Vatikan, Senin (27/4/2026). Pertemuan ini menjadi momen bersejarah karena Mullally merupakan perempuan pertama yang memimpin Gereja Inggris sekaligus Komuni Anglikan global.
Audiensi tersebut berlangsung dalam rangka kunjungan empat hari Mullally ke Roma yang bertujuan memperkuat hubungan ekumenis antara Gereja Katolik dan Anglikan. Seusai pertemuan tertutup, kedua pemimpin agama itu juga mengikuti doa bersama di Kapel Urban VIII.
Dalam pertemuan tersebut, Paus Leo XIV menegaskan pentingnya persatuan umat Kristen di tengah dunia yang dilanda konflik dan perpecahan. Ia menilai perbedaan di antara gereja-gereja Kristen dapat melemahkan kesaksian bersama dalam mewartakan pesan damai.
Pesan tersebut sejalan dengan pernyataan Vatikan sebelumnya yang menekankan bahwa kesatuan umat Kristen merupakan bagian penting dari misi pewartaan Injil.
Sementara itu, Mullally menyebut kunjungannya sebagai “ziarah” dan kesempatan penting untuk memperdalam relasi dengan Gereja Katolik. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas gereja dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan global.
Pertemuan ini sekaligus menyoroti kemajuan sekaligus keterbatasan dialog ekumenis antara kedua gereja. Salah satu perbedaan utama yang masih menjadi kendala adalah soal tahbisan perempuan. Gereja Inggris telah membuka tahbisan imam bagi perempuan sejak 1994 dan uskup sejak 2014, sementara Gereja Katolik tetap mempertahankan tradisi imamat khusus laki-laki.
Mullally, yang dilantik pada 25 Maret 2026, sebelumnya dikenal sebagai mantan perawat dan Chief Nursing Officer Inggris. Ia kini memimpin sekitar puluhan juta umat Anglikan di seluruh dunia.
Kunjungan ke Roma juga mencakup doa di makam Santo Petrus dan Santo Paulus, serta pertemuan dengan pejabat Dikasteri untuk Promosi Persatuan Umat Kristen. Agenda ini mengingatkan pada Deklarasi Bersama tahun 1966 antara Paus Paulus VI dan Uskup Agung Michael Ramsey yang menjadi tonggak dialog resmi kedua gereja.
Pertemuan Paus Leo XIV dan Mullally dinilai sebagai kelanjutan dari upaya panjang membangun hubungan antara Katolik dan Anglikan, termasuk doa bersama Paus dengan Raja Charles III pada 2025.
Meski perbedaan teologis masih ada, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk terus berdialog dan bekerja sama demi menyuarakan pesan damai di tengah dunia yang semakin terpolarisasi. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.