"Paus Leo XIV menegaskan Gereja Katolik merangkul sains yang jujur dan ketat, seraya memperingatkan bahaya penolakan terhadap kebenaran objektif serta eksploitasi bumi"
VATIKAN — Paus Leo XIV menegaskan bahwa Gereja Katolik tidak memusuhi sains. Sebaliknya, Gereja merangkul ilmu pengetahuan yang ketat, jujur, dan terbuka sebagai jalan untuk memahami ciptaan Tuhan.
Pernyataan itu disampaikan Paus saat menerima Dewan Vatican Observatory Foundation di Istana Apostolik Vatikan, Senin, 11 Mei 2026. Kantor Pers Vatikan mengonfirmasi audiensi tersebut berlangsung di Consistory Hall dan dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Br. Guy Consolmagno, S.J., Presiden Vatican Observatory Foundation, serta para pemimpin Observatorium Vatikan.
Dalam pesannya, Paus mengingat kembali langkah Paus Leo XIII yang pada 1891 mendirikan kembali Observatorium Vatikan. Saat itu, sains kerap digambarkan sebagai lawan agama. Leo XIII ingin menunjukkan bahwa Gereja dan para gembalanya tidak menentang “sains yang benar dan kokoh”, tetapi justru mendukung dan memajukannya.
Namun, menurut Paus Leo XIV, tantangan zaman ini lebih halus: penolakan terhadap kebenaran objektif. Ia memperingatkan bahwa terlalu banyak orang menolak apa yang diajarkan sains dan Gereja, yakni tanggung jawab manusia untuk menjaga bumi dan melindungi mereka yang paling rentan dari eksploitasi manusia maupun alam.
Pernyataan ini sejalan dengan posisi Paus Leo XIV yang belakangan makin keras menyuarakan isu lingkungan. Associated Press mencatat, pada Oktober 2025 ia mengecam para penyangkal krisis iklim dan menyerukan standar yang lebih kuat untuk menanggapi kerusakan bumi.
Paus juga menyoroti langit malam sebagai “sumber sukacita universal” yang bisa dinikmati siapa pun, kaya maupun miskin. Namun, ia mengingatkan bahwa polusi cahaya buatan manusia telah membuat banyak orang kehilangan kemampuan untuk melihat bintang-bintang.
Karena itu, kata Paus, kerja Observatorium Vatikan menjadi kian penting. Lembaga tersebut tidak hanya melakukan penelitian astronomi, tetapi juga membuka ruang pendidikan melalui sekolah musim panas, lokakarya, dan program bagi siswa serta komunitas Katolik di berbagai negara.
Di tengah dunia yang dibelah oleh krisis iklim, teknologi, dan kaburnya batas kebenaran, pesan Paus Leo XIV terdengar tajam: iman bukan alasan untuk menolak sains. Justru melalui sains yang jujur, manusia diajak membaca kembali keagungan ciptaan.
(Sumber: Vatican News, The Holy See/Vatican.va, Holy See Press Office, Vatican City State, Vatican Observatory, Associated Press)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.