"Penginjil Alfred Kitenga tewas dibunuh diduga ekstremis Muslim setelah acara Injil di Kampala, Uganda, pada 9 April 2026. Polisi selidiki kasus di tengah jaminan kebebasan beragama di negara mayoritas Kristen"
KAMPALA, DC News — Seorang penginjil bernama Alfred Kitenga dilaporkan tewas setelah diserang oleh sekelompok orang tak dikenal usai mengikuti kegiatan penginjilan di kawasan Namungoona, Kampala, Uganda, pada Kamis (9/4/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat di ruas Northern Bypass, Kawaala, Distrik Wakiso, yang berada di pinggiran ibu kota Uganda.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Morning Star News dan Christian Daily International, Kitenga dan istrinya, Anna Grace Nabirye, baru saja menyelesaikan kegiatan bersama tim evangelis ketika empat orang yang mengaku sebagai sesama umat Kristen menawarkan tumpangan pulang secara gratis.
Pasangan tersebut sempat menerima tawaran itu. Namun, dalam perjalanan, para pelaku mengusulkan perubahan rute melalui Kasangati dengan alasan menghindari kemacetan serta kondisi yang sudah larut malam.
Nabirye mengaku mulai merasa curiga ketika salah satu dari mereka berulang kali berbicara melalui telepon dengan bahasa yang tidak ia pahami. Tidak lama kemudian, tiga pria lain bergabung.
“Yang terjadi selanjutnya adalah kekerasan yang tiba-tiba,” ujar Nabirye.
Ia menuturkan, para pelaku kemudian menyerang mereka dengan pukulan dan senjata tajam. Kitenga meninggal dunia akibat luka tusuk, sementara Nabirye mengalami pemukulan dan ditinggalkan di dekat rumahnya dalam kondisi selamat.
Pemimpin gereja setempat yang datang ke lokasi menemukan jenazah Kitenga di pinggir jalan dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Polisi telah mengevakuasi jenazah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, motif penyerangan belum dikonfirmasi secara resmi dan belum ada tersangka yang diamankan.
Sejumlah pemimpin gereja menyampaikan duka atas peristiwa tersebut. Mereka mengenang Kitenga sebagai penginjil yang aktif dalam kegiatan pelayanan keagamaan.
“Kehilangan ini sangat dirasakan oleh komunitas kami,” ujar salah satu pemimpin gereja setempat.
Kebebasan Beragama di Uganda
Uganda merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Kristen, yang mencapai sekitar 82 persen berdasarkan Sensus Nasional 2024. Sementara itu, umat Muslim diperkirakan berjumlah sekitar 13–14 persen dari total populasi.
Konstitusi Uganda menjamin kebebasan beragama, termasuk hak untuk menjalankan dan menyebarkan keyakinan, serta melarang diskriminasi atas dasar agama.
Meski demikian, sejumlah organisasi pemantau mencatat masih adanya insiden kekerasan yang terjadi secara sporadis di beberapa wilayah, terutama yang melibatkan aktivitas keagamaan.
Kasus tewasnya Kitenga menambah perhatian terhadap aspek keamanan, khususnya bagi kelompok yang menjalankan kegiatan keagamaan pada malam hari. Pihak kepolisian setempat menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.