"Eksekusi di Korea Utara melonjak 117% pasca-pandemi, ribuan dieksekusi karena aktivitas keagamaan dan budaya asing. Anak kecil dipaksa menyaksikan—benarkah rezim Kim Jong-un semakin kejam? Simak fakta lengkapnya"
Korea Utara kembali menunjukkan wajah mengerikan rezim totalitariannya. Menurut laporan terkini Transitional Justice Working Group (TJWG), jumlah eksekusi di negara itu melonjak lebih dari dua kali lipat sejak pandemi COVID-19 melanda. Dari 2020 hingga 2024, setidaknya 153 warga dieksekusi atau dijatuhi hukuman mati—naik drastis dari 44 kasus pada periode sebelumnya. Yang paling mengguncang: pelanggaran terkait aktivitas keagamaan dan “praktik takhayul” meningkat hingga 250 persen.
Bukan hanya itu. Sekitar 70 persen eksekusi dilakukan di depan umum, dengan kerumunan massa—termasuk anak-anak sekolah—dipaksa menyaksikan sebagai “pelajaran” ideologi. Rezim Kim Jong-un memanfaatkan isolasi perbatasan selama pandemi untuk memperketat kendali, lewat Undang-Undang Anti-Reaksioner yang menjadikan kepemilikan Alkitab, berdoa, menonton drama Korea, atau mendengarkan K-pop sebagai kejahatan berat yang pantas dihukum mati. Sementara kasus pembunuhan biasa justru menurun tajam.
“Pyongyang dulu disebut Yerusalem Timur karena semarak aktivitas keagamaannya. Kini, komunitas itu hampir punah akibat tiga generasi genosida oleh dinasti Kim,” ujar Dr. Ethan Hee-seok Shin dari TJWG. Ia menyerukan tekanan internasional agar kejahatan kemanusiaan ini dihentikan.
Para pengamat hak asasi manusia menilai, di balik isolasi ketat, rezim sedang memperkuat kultus kepemimpinan dengan menumpas segala bentuk pengaruh luar, termasuk agama. Kondisi ini sejalan dengan penilaian USCIRF yang kembali menobatkan Korea Utara sebagai salah satu pelanggar kebebasan beragama terburuk di dunia.
Sementara dunia sibuk dengan krisis lain, ribuan nyawa terus melayang di balik tirai besi Pyongyang. Apakah komunitas internasional akan terus diam, atau akhirnya bertindak tegas? []
(Sumber: TJWG Report 2026, Reuters, BBC, The Guardian, CSW, USCIRF)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.