Berita

Makin Sedikit Pengungsi Kristen Mencari Suaka ke AS

Jika dulu Amerika Serikat menjadi negara tempat pencarian perlindungan yang aman, maka dalam setengah dekade terakhir tidak lagi demikian.

Makin Sedikit Pengungsi Kristen Mencari Suaka ke AS
Berita 27 September 2023 17 views

Ukuran font

100%
"Jika dulu Amerika Serikat menjadi negara tempat pencarian perlindungan yang aman, maka dalam setengah dekade terakhir tidak lagi demikian."

Jika dulu Amerika Serikat menjadi negara tempat pencarian perlindungan yang aman, maka dalam setengah dekade terakhir tidak lagi demikian. Hal ini terungkap dari laporan yang dirilis oleh dua lembaga nirlaba Kristen, Open Doors dan World Relief.

Dalam laporan berjudul “Closed Doors” itu disebutkan bahwa jumlah orang Kristen yang datang ke AS dari negara-negara dimana mereka menjadi korban kekerasan dan penganiayaan mengalami penurunan dari 32.248 pada 2016 menjadi 9.528 pada 2022. Artinya, terjadi penurunan hingga 70 persen.

Jumlah pengungsi Kristen dari Myanmar turun dari 7.634 menjadi 587, dari Iran turun dari 2.086 menjadi 112, dari Eritrea turun dari 1.639 menjadi 252, dan dari Iran turun dari 1.524 menjadi 93 dalam jangka waktu yang sama.

Keempat negara tersebut masuk dalam Daftar Pengawasan Dunia tahunan yang rutin diterbitkan oleh Open Doors.

“Kenyataan tragis adalah banyak wilayah di dunia yang tidak aman bagi umat Kristen, dan umat Kristen yang melarikan diri dari penganiayaan memerlukan tempat berlindung yang aman di Amerika Serikat,” tulis laporan itu.

CEO Open Doors, Ryan Brown, menambahkan bahwa penurunan jumlah pengungsi Kristen terjadi justru ketika penganiayaan terhadap umat Kristen meningkat.

Menurut data Open Doors, ada sekitar 360 juta umat Kristen yang menghadapi “diskriminasi dan penganiayaan tingkat tinggi”. Jumlah tersebut naik dari 260 juta dalam laporan “Closed Doors” edisi 2020. Peningkatan terbesar terjadi di wilayah sub-Sahara Afrika akibat ketidakstabilan politik dan konflik internal di negara-negara seperti Nigeria.

Brown mengungkapkan bahwa sebetulnya orang-orang Kristen di negara-negara itu ingin bertahan di sana, tetapi karena situasi yang sulit, mereka terpaksa mengungsi.

Penurunan batas maksimum pengungsi di AS dimulai pada masa pemerintahan Presiden Trump. Penurunan yang tiba-tiba ini semakin diperburuk dengan adanya pandemi COVID-19.

Pada 2021, Presiden Biden menetapkan batas pengungsi sebesar 15.000. Batas ini menjadi yang terendah sejak 1980, tetapi kemudian dinaikkan lagi menjadi 65.000 lantaran protes yang dilakukan oleh kelompok agama.

Setahun terakhir ini, batas maksimal pengungsi ditetapkan menjadi 125.000, tetapi pada tahun fiskal 2023, AS hanya memukimkan kembali sekitar 60.000 pengungsi.

Matt Soerens, wakil presiden bidang advokasi dan kebijakan World Relief mengungkapkan adanya keterbatasan dana dan proses seleksi pengungsi yang panjang akibat pandemi.

World Relief sendiri telah memukimkan kembali lebih dari 7.000 orang selama setahun terakhir, termasuk pengungsi dari Afghanistan dan Irak dengan Visi Imigran Khusus. Lembaga ini terus menambah jumlah stafnya dan membuka kembali kantor-kantor yang ditutup akibat pandemi.

Soerens juga memuji pemerintahan Biden karena telah membantu lembaga-lembaga tersebut untuk membangun kembali infrastruktur pemukiman kembali di luar negeri.

Meskipun laporan Open Doors dan World Relief hanya fokus pada pengungsi Kristen, tetapi laporan ini juga turut membahas soal kelompok minoritas lainnya, termasuk Yahudi dan Yazidi. []

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Jika dulu Amerika Serikat menjadi negara tempat pencarian perlindungan yang aman, maka dalam setengah dekade terakhir tidak lagi demikian.

Tags

Open Doors World Relief pengungsi Kristen AS

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600