"Uskup London nyatakan solidaritas dengan komunitas Yahudi setelah serangkaian dugaan pembakaran di sinagog Kenton, Finchley, dan fasilitas Yahudi lain. Baca respons uskup, Chief Rabbi, dan PM Keir Starmer terhadap antisemitisme yang meningkat di Inggris"
LONDON, DC News — Para uskup di London menyatakan solidaritas terhadap komunitas Yahudi menyusul rangkaian insiden dugaan pembakaran yang menargetkan sinagoge dan fasilitas komunitas di ibu kota Inggris.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin (20/4/2026), mereka mengecam keras tindakan antisemitisme tersebut sebagai perbuatan “menjijikkan” dan bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat London yang multikultural dan damai.
Insiden terbaru terjadi pada Sabtu malam (18–19/4/2026) di Kenton United Synagogue, Harrow, London barat laut. Kebakaran menyebabkan kerusakan akibat asap di salah satu ruangan, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan struktural besar.
Organisasi pemantau antisemitisme di Inggris, Community Security Trust (CST), melaporkan bahwa Metropolitan Police telah menangkap dua tersangka, yakni seorang remaja berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 19 tahun. Penyelidikan ditangani oleh Counter Terrorism Policing London karena adanya pola serangan serupa.
Serangan di Kenton merupakan bagian dari rangkaian insiden dalam waktu berdekatan. Pada Rabu (15/4/2026), botol yang diduga berisi bensin ditemukan di dekat Finchley Reform Synagogue di Barnet. Dua hari kemudian, gedung bekas kantor Jewish Futures di Hendon juga menjadi sasaran.
Sebelumnya, pada 23 Maret 2026, empat ambulans milik layanan medis Yahudi Hatzola dibakar di Golders Green. Kelompok militan Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiyya (HAYI) dilaporkan mengklaim bertanggung jawab atas sebagian serangan. Reuters menyebutkan polisi Inggris tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan dengan jaringan proksi Iran di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
London College of Bishops yang terdiri dari Acting Bishop of London Dr Emma Ineson, Bishop of Edmonton Dr Anderson Jeremiah, Bishop of Willesden Rt Revd Lusa Nsenga-Ngoy, dan Bishop of Fulham Rt Revd Jonathan Baker menegaskan kecaman mereka.
“Mengintimidasi komunitas Yahudi dan membuat warga merasa takut di tempat ibadah mereka sendiri sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai kota ini,” demikian pernyataan tersebut.
Para uskup juga menilai serangan terhadap komunitas beragama mana pun dapat merusak kohesi sosial. Mereka menegaskan solidaritas terhadap korban dan seluruh komunitas Yahudi London.
Chief Rabbi Sir Ephraim Mirvis melalui media sosial menyatakan bahwa kampanye kekerasan dan intimidasi terhadap komunitas Yahudi Inggris menunjukkan peningkatan. Ia menilai kondisi ini mengancam tidak hanya keamanan beribadah, tetapi juga nilai-nilai bersama masyarakat.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. “Serangan terhadap komunitas Yahudi adalah serangan terhadap Britania,” ujarnya.
Presiden Kenton United Synagogue mendesak pemerintah untuk menetapkan situasi ini sebagai “epidemi kebencian anti-Yahudi”.
CST mencatat lebih dari 3.700 insiden antisemitisme terjadi sepanjang 2025, menjadikannya angka tertinggi kedua dalam sejarah pencatatan.
Para uskup mengingatkan bahwa antisemitisme merupakan bagian dari pola kebencian yang lebih luas, termasuk rasisme dan intoleransi agama. Mereka menyerukan perlindungan terhadap semua tempat ibadah serta upaya tegas melawan segala bentuk kebencian. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.