Renungan

Mengusahakan Berkat Tuhan

Amsal 10: 1-7

Mengusahakan Berkat Tuhan
Renungan 15 October 2023 2 views

Reading Summary

Article Structure

1. H5 Kualitas Iman
2. H5 Kualitas Usaha
"“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya” (Amsal 10: 4 – TB2)"

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya” (Amsal 10: 4)

Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.

2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

4 Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.

5 Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

6 Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.

7 Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.

Amsal-amsal ini bersifat distikon, yaitu terdiri dari dua kalimat yang saling menjelaskan satu dengan yang lainnya di setiap bait. Tetapi, bait-baitnya cenderung bebas, terkesan tidak punya kaitan antara bait satu dengan yang lainnya, serta tidak memiliki alur cerita. Artinya, setiap bait amsal ini bisa dilihat berdiri sendiri-sendiri.

Khusus perikop yang kita baca ini, meskipun setiap bait atau ayatnya terkesan berdiri sendiri-sendiri, tetapi ada korelasi penting yang dapat kita temukan, dimana ayat-ayat ini berbicara tentang bagaimana cara yang bijak dalam memperoleh dan menikmati berkat Tuhan.

Untuk bisa memperoleh dan menikmati berkat Tuhan dalam hidup kita, maka ada dua kualitas yang harus kita penuhi, yaitu kualitas iman dan kualitas usaha.

Kualitas Iman

Kualitas iman ditandai pertama-tama dengan “hikmat” atau “kebijaksanaan” ilahi. Yang dimaksud dengan orang yang “berhikmat” atau “bijak” (Ibrani: khakham) di sini (ay. 1), yaitu orang yang takut akan Tuhan. Artinya, yang mendasari setiap pola pikir, perkataan hingga tindakannya pada kebenaran firman Tuhan, sebagai sumber pengetahuan tertinggi. Ciri-ciri orang bijak/ berhikmat banyak diungkapkan dalam kitab Amsal, misalnya orang yang menjauhi kejahatan (Ams. 14: 16), mau mendengarkan nasihat dan teguran (Ams. 12: 15; 15: 31), terus-menerus belajar (Ams. 1: 5; 18: 15; 10: 14), perkataannya baik (Ams. 12: 18), dan berbagai ciri bisa kita temukan dalam keseluruhan kitab Amsal.

Di ay. 1 ini dimulai dengan kalimat, “Anak yang bijak (ben khakham) mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal (ben kesīl) adalah kedukaan bagi ibunya”. Ayat pembuka ini memosisikan pembaca sebagai anak-anak yang sedang dinasihati oleh orang tuanya. Di sisi lain, ayat ini hendak menekankan bahwa hikmat atau kebijaksanaan itu perlu ditanamkan sejak dini dalam diri anak-anak, agar anak-anak tumbuh menjadi “orang yang bijak”.

Kedua, orang yang “benar” (Ibrani: tsadīq) (ay. 2-3, 6-7). “Benar” yang dimaksud di sini adalah berdasarkan ukuran Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, tolok ukur seseorang dikatakan “benar” adalah dengan hukum Taurat (bdk. Rm. 2: 13). Itulah sebabnya, lawan dari “benar” di sini adalah “fasik” (Ibrani: rasha‘), yaitu orang yang tidak peduli atau tidak melakukan hukum/ perintah Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, manusia dibenarkan karena “iman” kepada Tuhan Yesus Kristus (bdk. Rm. 3: 28; 3: 24 dan Gal. 2: 16). Meski begitu, “iman” itu harus bermanifestasi dalam perbuatan (bdk. Yak. 2: 24), sebab iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2: 26). Jadi, meskipun “iman” dapat dilihat sebagai starting point seseorang untuk dibenarkan, tetapi nilai imannya dapat dilihat dari perbuatan-perbuatannya (bdk. Mat. 7: 22 dan 1Yoh. 2: 6).

Kualitas Usaha

Alkitab mengajarkan kita untuk tidak menjadi malas. Apalagi, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, salah satu konsekuensinya adalah manusia harus “bersusah payah”, bahkan “berpeluh” untuk mendapatkan rezeki (bdk. Kej. 3: 17-19). Itulah sebabnya, kita harus—bahkan wajib—berusaha untuk memperoleh berkat Tuhan.

Kualitas usaha kita ditandai dengan dua hal, pertama, “rajin” (Ibrani: yad kharūts) (ay. 4). Kata yad kharūts secara harfiah berarti “tangan yang tajam”, yang menggambarkan dua hal, yaitu keuletan dan kejujuran. Artinya, “rajin” di sini bukan sekedar pekerja keras atau cekatan, tetapi juga harus jujur.

Ini merupakan tantangan yang sangat berat di era sekarang ini, dimana perkembangan dunia semakin menuntut kita untuk lebih giat lagi dalam bekerja dan berusaha. Apalagi dengan adanya kompetitor-kompetitor, dimana jika kita kurang gigih berjuang, maka kita akan terlindas dan kalah.

Situasi ini kadang-kadang menggoda kita untuk mengambil jalan pintas dan berlaku curang dalam bekerja dan berusaha, yang pada akhirnya meskipun kita bisa meraup hasil yang lebih besar, tetapi tidak mendatangkan damai sejahtera dan kebahagiaan dalam hidup.

Kedua, “berakal budi” atau “cerdas” (Ibrani: sakhal) (ay. 5). Secara harfiah, kata sakhal berarti “berhati-hati, penuh perhatian, pertimbangan, dan memahami”. Kata ini mirip dengan kata bīn dalam bahasa Ibrani, hanya saja kata bīn fokus pada kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat, sedangkan kata sakhal fokus pada intelegensia atau kecerdasan.

Di tengah tuntutan kerja yang semakin tinggi, maka kita perlu memaksimalkan pemanfaatan waktu agar bisa menyeimbangkan antara waktu kerja, waktu istirahat, waktu keluarga dan waktu beribadah. Itulah sebabnya sekarang berkembang konsep “kerja cerdas”, yaitu dengan memanfaatkan teknologi, waktu, dan tenaga sebaik mungkin, sehingga bisa mencapai hasil yang berkualitas dan efektif.

Alkitab pun mendukung model kerja seperti ini untuk mendapatkan berkat Tuhan. Kita pun patut bersyukur di era teknologi informasi sekarang ini ada banyak kemudahan yang mendukung kita untuk bekerja cerdas, termasuk dengan memanfaatkan teknologi-teknologi terbaru. Amin! []

Share Article

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya” (Amsal 10: 4 – TB2)

Tags

berkat kerja keras kerja cerdas hikmat cerdas kebenaran rajin renungan
Pdt. Yosi Rorimpandei S.Th

Pdt. Yosi Rorimpandei S.Th

Renungan

Koordinator Komisi Pengajaran GKRIDC

Congregation Conversation

Comments

0 comments are displayed.

No comments are visible yet. Be the first to share your response.

Write a Comment

Please provide your name and email address. Guest comments must be reviewed by a moderator before they appear.

Your comment will enter the moderation queue until a moderator approves it.

Related Publications

More to Read

View list

Offering & Donations

"Each of you should give what you have decided in your heart to give, for God loves a cheerful giver." (2 Corinthians 9:7)

General & Building Fund

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Tithe

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

CONFIRM NOW

Contact Us

PHONE

+62815-1341-3809

LOCATION

KAPEL ALFA - Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40
Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12260

Lokasi

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Block J-1 No. 39-40, South Jakarta

Buka

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Buka

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Buka