"Penggalian arkeolog Universitas Sapienza di bawah Gereja Makam Kudus Yerusalem temukan jejak kebun purba abad ke-1 Masehi, perkuat akurasi Injil Yohanes."
YERUSALEM — Sebuah ekspedisi arkeologi multidisipliner di bawah Basilika Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre) di Yerusalem mengungkap fakta baru mengenai lanskap tempat Yesus Kristus disalibkan dan dimakamkan. Penelitian mutakhir tersebut mengidentifikasi keberadaan area perkebunan kuno dan pemakaman pahat batu dari abad pertama Masehi, sebuah konfigurasi lanskap yang selaras dengan catatan Perjanjian Baru.
Ekskavasi skala besar ini dipimpin oleh Profesor Arkeologi dari Universitas Sapienza Roma, Francesca Romana Stasolla, bekerja sama dengan tiga komunitas penjaga makam kuno tersebut—Patriarkat Ortodoks Yunani, Kustodi Fransiskan Tanah Suci, dan Patriarkat Armenia. Hasil riset dipublikasikan dalam laporan komprehensif di jurnal arkeologi Liber Annuus terbitan Studium Biblicum Franciscanum.
Jejak Serbuk Sari dan Kebun Anggur Purba
Berdasarkan analisis paleobotani, tim peneliti menemukan lapisan tanah purba yang mengandung sisa-sisa polen, biji-bijian kuno, kayu tanaman anggur, serta jejak pohon zaitun dan ara. Lapisan tanah subur ini ditahan oleh struktur dinding batu kering di dasar bekas tambang batu gamping.
Temuan ini menunjukkan bahwa area tersebut sempat difungsikan sebagai lahan perkebunan kecil yang berdampingan langsung dengan gua-gua makam galian batu, sebelum akhirnya ditutup oleh pembangunan kuil Romawi pada abad ke-2 dan kemudian basilika gereja oleh Kaisar Konstantinus pada abad ke-4.
Kondisi lanskap ini secara mengejutkan mencerminkan apa yang tertulis dalam Injil Yohanes 19:41 “Dekat tempat Yesus disalibkan ada taman dan dalam taman itu ada kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang” (TB2-LAI).
Konfirmasi Sains terhadap Topografi Sejarah
Pakar sejarah gereja perdana dari New College of Florida, Douglas Estes, menilai temuan ini memberikan bobot arkeologis yang signifikan terhadap catatan Injil Yohanes, yang selama puluhan tahun kerap dianggap sebagian kalangan akademisi skeptis sebagai narasi kiasan.
“Di masa lalu, banyak sarjana meragukan apakah seseorang akan dimakamkan di sebuah kebun atau perkebunan buah. Namun penemuan ini mengonfirmasi bahwa lanskap pertanian dan kuburan memang berdampingan di sana pada abad pertama. Arkeologi sekali lagi membuktikan akurasi detail geografis tersebut,” ujar Estes.
Para peneliti menggarisbawahi bahwa bukti-bukti arkeologis ini tidak bertujuan memverifikasi identitas jasad secara individual atau membuktikan peristiwa teologis mukjizat secara empiris. Namun, temuan ini secara ilmiah membuktikan bahwa narasi Injil ditulis berdasarkan realitas topografi dan sejarah nyata Yerusalem di luar tembok kota pada masa Kekaisaran Romawi.
Proyek restorasi dan ekskavasi lantai basilika ini kini terus berlanjut, membuka babak baru dalam memahami 1.700 tahun sejarah situs paling disakralkan dalam kekristenan tersebut.
(Sumber: Fox News, Liber Annuus - Studium Biblicum Franciscanum, Sapienza Università di Roma, InfoVaticana, National Geographic)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.