Berita

Video Menag Pakai Baju Adat Aceh untuk Ucapan Bulan Maria Diprotes, Kemenag Minta Maaf dan Hapus Rekaman

Kontroversi video Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenakan pakaian adat Aceh saat memberi ucapan Bulan Maria memicu protes publik. Kemenag meminta maaf dan menghapus video asli usai kritik…

Video Menag Pakai Baju Adat Aceh untuk Ucapan Bulan Maria Diprotes, Kemenag Minta Maaf dan Hapus Rekaman
Berita 13 Mei 2026 75 views

Ukuran font

100%
"Kontroversi video Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenakan pakaian adat Aceh saat memberi ucapan Bulan Maria memicu protes publik. Kemenag meminta maaf dan menghapus video asli usai kritik dari tokoh adat Aceh"

Kontroversi video Menteri Agama Nasaruddin Umar mendadak menjadi sorotan nasional setelah ucapan selamat memasuki Bulan Maria bagi umat Katolik memicu polemik di media sosial. Penyebabnya bukan isi pesan, melainkan busana adat Aceh yang dikenakan Menag dalam video tersebut.

Gelombang kritik datang cepat, terutama dari kalangan tokoh adat dan masyarakat Aceh. Mereka menilai penggunaan pakaian adat Aceh dalam konteks ucapan keagamaan non-Muslim tidak tepat dan dianggap mengabaikan nilai filosofis yang melekat pada simbol budaya tersebut.

Tekanan publik membuat Kementerian Agama bergerak cepat. Pada Selasa (12/5/2026), Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada masyarakat Aceh.

“ Kami menghormati respons sebagian masyarakat Aceh terkait baju yang dikenakan Menag. Saran tersebut menjadi masukan perbaikan di masa mendatang. Kami juga mohon maaf atas hal ini,” ujar Thobib.

Tak hanya meminta maaf, Kemenag juga menarik video asli dari seluruh kanal resmi kementerian. Rekaman itu kemudian diganti dengan versi baru tanpa penggunaan pakaian adat Aceh.

Menurut penjelasan Kemenag, video tersebut direkam pada 2 Mei 2026 di sela persiapan Upacara Hari Pendidikan Nasional. Saat itu, Nasaruddin Umar mengenakan busana adat Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap keragaman budaya Nusantara.

Kementerian menegaskan tidak ada niat merendahkan atau menyalahgunakan simbol budaya Aceh.

“Tidak ada sedikit pun niat untuk merendahkan kesakralan baju adat Aceh,” kata Thobib.

Namun, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kritik. Majelis Adat Aceh (MAA) cabang Jakarta bersama sejumlah pemerhati budaya tetap melayangkan surat keberatan resmi kepada pemerintah pusat.

Mereka menegaskan bahwa pakaian adat Aceh bukan sekadar atribut seremonial, melainkan simbol sejarah, identitas Islam, dan martabat masyarakat Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Karena itu, penggunaannya dinilai harus mempertimbangkan sensitivitas sosial dan religius masyarakat setempat.

Polemik ini kembali membuka diskusi lama tentang batas antara penghormatan budaya dan sensitivitas identitas di Indonesia yang majemuk. Aceh memiliki kekhususan karena menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam secara formal melalui Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Di media sosial, perdebatan berkembang luas. Sebagian warganet menilai kritik terhadap Menag berlebihan karena video tersebut dianggap bertujuan menunjukkan toleransi antarumat beragama. Namun, pihak lain menilai pejabat publik harus memahami makna simbol budaya sebelum menggunakannya dalam ruang komunikasi nasional.

Pengamat komunikasi politik juga menilai kasus ini menunjukkan bagaimana simbol budaya kini sangat rentan menjadi kontroversi di era digital. Dalam hitungan jam, sebuah video seremonial bisa berubah menjadi perdebatan nasional yang melibatkan identitas, agama, dan politik budaya.

Sementara itu, umat Kristiani yang menjadi sasaran ucapan Bulan Maria cenderung tidak memberikan respons terbuka terhadap polemik tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pejabat publik bahwa setiap simbol budaya memiliki konteks historis dan emosional yang berbeda. Di tengah iklim media sosial yang sangat sensitif, satu detail visual dapat memicu reaksi luas dan memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah.

Kemenag memastikan akan lebih berhati-hati dalam penggunaan simbol budaya pada kegiatan komunikasi publik berikutnya. Di sisi lain, masyarakat Aceh kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk memastikan identitas budaya mereka tetap dihormati dalam ruang kebangsaan.

(Sumber: UCA News, Kemenag.go.id, Modus Aceh, InfoAceh, Berita Merdeka)

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Kontroversi video Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenakan pakaian adat Aceh saat memberi ucapan Bulan Maria memicu protes publik. Kemenag meminta maaf dan menghapus video asli us…

Tags

Nasaruddin Umar Menteri Agama Aceh baju adat Aceh kontroversi Menag Bulan Maria Kemenag Majelis Adat Aceh viral berita viral Indonesia syariat Islam Aceh ucapan Bulan Maria video Menag polemik budaya

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600