"Pembantaian brutal di Konfo: puluhan umat Kristen dibunuh di pesta duka dan desa Bafwakoa. Kekerasan berlanjut 2026, korban ratusan"
Kinshasa, DC News – Malam mencekam di desa Ntoyo, North Kivu, Republik Demokratik Kongo (DRC), berubah menjadi neraka bagi ratusan pelayat Kristen. Militan Allied Democratic Forces (ADF), cabang Afrika Tengah Islamic State (ISCAP), menyamar sebagai warga biasa. Tiba-tiba, kapak dan parang menebas, peluru beterbangan. Setidaknya 60 nyawa melayang, termasuk saudara-saudara yang dibunuh di depan mata keluarga. Rumah-rumah dibakar, anak-anak diculik. Saksi mata tak sanggup melupakan mayat-mayat bergelimpangan.
Ini bukan insiden tunggal. Hanya beberapa bulan lalu, April 2026, serangan serupa menghantam Bafwakoa di Ituri. Korban tewas 43 hingga lebih dari 70 orang, puluhan rumah hangus, dan IS mengklaim bertanggung jawab karena warga menolak “tawaran murah hati” berupa konversi ke Islam atau status dhimmi. Pola yang sama: serangan malam hari terhadap komunitas Kristen mayoritas, pembantaian massal, dan eksploitasi kekacauan akibat konflik M23.
Menurut laporan Amnesty International dan sumber lokal, ADF telah membunuh ratusan hingga lebih dari seribu warga sipil sejak 2025, mayoritas Kristen. Kelompok ini, yang berafiliasi dengan ISIS sejak 2017–2019, sengaja menargetkan “kafir” sesuai propaganda mereka. Sementara pasukan pemerintah kewalahan, dunia internasional lebih fokus pada M23, sehingga kekejaman ADF nyaris terabaikan.
Agnès Callamard dari Amnesty menyatakan, “Kekejaman sistematis ini adalah kejahatan perang yang harus dihentikan.” Pemerintah DRC menjanjikan operasi militer, tapi warga sipil terus menjadi korban tak berdaya di tengah kekacauan timur negara itu.
Kisah horor ini mengingatkan betapa rapuhnya perdamaian di Afrika Tengah. Saat senjata ISIS terus menyala, bisakah dunia diam saja? (Sumber: The Telegraph/Amnesty International, Reuters, Barnabas Aid, Al Jazeera, HRW, Long War Journal – Mei 2026).
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.